SEKIILAS MENGENAL JIN

Percaya atau tidak !!! bahwa dimanapun, kemanapun, kapanpun anda berada dan beraktifitas hantu selalu ada di dekat anda. Hantu pada dasarnya adalah mahluk halus yang bernama JIN. Mahluk yang bernama JIN ini memang mempunyai kepiawaian dan kelihaian untuk merubah bentuk dan perilaku. Kadang menyerupai hewan buas, mahluk cantik jelita, juga mahluk menakutkan, bahkan bisa juga menyerupai wajah mbah buyut kita yang sudah ratusan tahun meninggal.
Ada 2 tipe manusia yang memiliki kemampuan super melihat Jin dengan sekehendak hatinya.

Faktor Alamiah:

Kemampuan ini disebut juga faktor keturunan, sehingga kemampuan yang dimiliki oleh Nya memang dari sono-nya. Dalam artian kemampuan ini berasal karena dia-nya keturunan dari kelaurga yang memang sakti mandraguna atau dalam istilah ngelmu dikenal dengan sebutan “titisan” Kemampuan ini mengalir begitu saja lewat anugerah dari Tuhan. Tanpa dilatih-latih, digembleng pun orang yang seperti ini dipercaya mampu melototi maupun ngopi plus ngobrol bareng JIN..he he he…

Faktor Buatan

Nah…kalo yang ini berasal dari hasil latihan atau gemblengan.Dengan jalan mengamalkan mantra atau wirid tertentu yang dijalani secara tekun tanpa menyerah. Setelah dia-nya melalui proses ritual-ritual itu barulah mendapatkan kemampuan super untuk melihat atau berteman dengan JIN bahkan dapat ngobrol maupun main mata.

MENGENAL SANTET

Pada dasarnya ilmu santet adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memasukkan benda atau sesuatu ke tubuh orang lain dengan tujuan menyakiti.

Benda ini bisa saja misalnya sebuah paku atau seekor binatang berbisa yang dikirim secara gaib untuk dimasukkan ke tubuh seseorang dengan tujuan menyakiti orang tersebut.

Seperti ilmu-ilmu lain yang ada di dunia, santet bisa merupakan ilmu putih atau ilmu hitam tergantung dari penggunaan ilmu ini apakah untuk kebaikan atau untuk kejahatan. Tetapi dalam aplikasinya ilmu putih ini dipadukan dengan ilmu-ilmu lain sehingga bisa dikatakan diselewengkan (dihitamkan) oleh pelakunya, misalnya yang aslinya digunakan untuk menidurkan bayi yang rewel agar bisa terlelap, oleh maling ilmu ini diselewengkan untuk menidurkan calon korbannya.

Ilmu untuk meluluhkan hati orang yang keras atau kalap tetapi diselewengkan fungsinya untuk membuat orang lain terlena bujuk rayunya. Kasus yang terakhir ini marak yang umum kita kenal dengan istilah gendam.

Walaupun proses santet yang gaib ini sulit dimengerti secara ilmu pengetahuan, tapi secara logis santet dapat dimengerti sebagai proses dematerialisasi. Pada saat santet akan dikirim, benda-benda seperti paku, jarum, beling, ataupun inatang berbisa ini diubah dari materi menjadi energi.

Kemudian dalam bentuk energi, benda ini dikirim menuju sasaran. Setelah tepat mengenai sasaran, energi ini diubah kembali menjadi materi. Sehingga apa-apa yang tadi dikirim, misalnya beling dan binatang berbisa akan masuk ke tubuh seseorang yang merupakan sasaran santet. Selanjutnya secara otomatis benda-benda yang tadi dimasukkan melalui santet ini akan menimbulkan kesakitan pada tubuh orang yang disantet.

Pertama adalah santet yang dalam prosesnya memanfaatkan kekuatan makhluk gaib seperti jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. Dalam pelaksanaannya, pelaku santet akan bekerja sama dengan makhluk gaib sebagai media pengiriman santet.

Untuk mengajak si makhluk gaib untuk dijadikan “kurir” ini tentu saja pelaku antet harus memberikan imbalan sesuai yang diminta oleh sang kurir. Imbalan bisa berupa sesaji khusus yang diperuntukkan makhluk gaib sebagai makanan untuknya.

Imbalan juga dapat berbentuk lain sesuai permufakatan makhluk gaib dengan pelaku santet. Setelah imbalan yang dijanjikan disepakati, maka “sang kurir” pun akan melakukan tugasnya membawa santet menuju sasaran.

Ada kasus misalnya sesaji atau imbalan yang disepakati lalai atau tidak dilaksanakan oleh pelaku santet, maka dalam kasus ini bisa saja si makhluk gaib akan meminta tumbal dari pelaku santet. Sehingga bisa disimpulkan hal ini lah yang merupakan resiko bagi para pelaku santet.

Kedua, adalah santet yang bersumber dari kekuatan batin. Santet dengan metode ini membutuhkan kekuatan batin yang biasanya diperoleh dari laku spiritual.

Pada saat penggunaannya santet dengan kekuatan batin biasanya dibantu dengan kekuatan visualisasi (pembayangan) yang kuat dari pelaku. Misalnya santet dengan menggunakan media bambu apus yang ketika hendak digunakan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera tertentu, setelah itu pelaku santet memusatkan konsentrasi, visualisasi dan berniat menyumbat kubul dan dubur si jabang bayi (sasaran).

dengan cara demikian, seseorang yang dituju tidak bisa buang air besar maupun air kecil. Sehingga pada hakikatnya kekuatan santet ini bersumber dari memusatan kehendak batin saja. Sedangkan peran dari ritual, seperti membaca mantera atau laku tirakat lain merupakan sarana penunjang yang mampu membantu visualisasi batin sehingga bertambah kuat.

Santet / guna-guna / teluh / sihir / pelet, bisa terjadi di karenakan ada mediator, dan mengunakan jasa mahluk halus seperti JIN / SETAN dsb. cara kerja santet / teluh tersebut, menyerang pada indera perasa kita dan akan menimbulkan rasa sakit pada anggota badan / lain nya.

Korban Tewas yang Sudah Ditemukan 603 Orang

Padang (ANTARA News) – Jumlah korban tewas akibat gempa di Sumbar diperkirakan akan terus bertambah dan hingga Minggu siang yang jenazahnya sudah ditemukan mencapai 603 orang.

Berikut data resmi jumlah korban dan kerusakan akibat gempa yang dikutip dari Sarkorlat Penanggulangan Bencana Sumbar:

* Korban tewas : 603 orang
* Korban luka berat : 412 orang
* Korban luka ringan : 2.570 orang
* Warga hilang : 343 orang
* Rumah rusak berat : 83.172 unit
* Rumah rusak sedang : 64.145 unit
* Rumah rusak ringan : 32.312 unit

SUMBER : ANTARA NEWS

Belajar Dari Gempa yang Terus Melanda

Renungan ini berdasar pengalaman batin saya menghadapi bencana dan musibah yang terus melanda negeri ini. Belajar dari Gempa Bumi yang terus melanda, bencana alam yang telah meluluh lantakkan gemerlap kemewahan dunia.

Saya selalu berfikir positip terhadap semua masalah yang menimpa, mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Padahal kalau kita mau berfikir lebih jauh, ternyata selama ini Tuhan telah menjaga kita setiap saat dengan KekuasaanNya, melindungi kita dengan Kasih SayangNya, sehingga dunia tidak hancur lebur.

Seperti gambaran berikut ini :

Gempa bumi, hanyalah bagian kecil dari gejolak alam karena alam itu memang memiliki nyawa berupa energi bumi. Demi waktu Tuhan telah melapis bumi jutaan tahun dengan tanah dan bebatuan yang kokoh, kemudian Dia mengirim Adam dan Hawa turun ke bumi. Bayangkan jika tidak ada lapisan batu, tamah air, dan lapisan oksigen, serta melindungi panasnya matahari dengan lapisan ozon, kemudian menjauhkan jarak matahari dan bumi pada posisi yang aman. Jika tidak, manusia tidak akan bisa hidupi dimuka bumi. Karena memang Tuhan Mahan Pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Melindungi umatNya.

Gempa dahsyat di Padang Sumbar, bagi kita itu terasa dahsyat, padahal itu hanyalah “perut bumi yang lagi mulas” karena ada sedikit gangguan dipencernaannya. Seandainya bumi mulas, kemudian muntah (mengeluarkan isi perut berupa lahar panas) dan berak (menumpahkan isi air laut ke daratan seperti Tsunami) maka bukan 1000 orang yang meninggal, tapi habislah seluruh manusia dipermukaan bumi. Itu semua karena Kekuasaan Tuhan telah menahannya, Tuhan masih sayang manusia, dan Tuhan masih melindunginya, Tuhan masih menolongnya. Tapi jika sudah waktunya Maka tidak ada mahluk yang bisa lepas dari “Keganasan Hari Kiamat”.

Beberapa pelajaran besar yang harus diambil:
1. Tuhan telah mengirim “isyarat” bahwa manusia harus “berbenah” dengan :
a. Teknologi tahan gempa untuk membangun gedung (perhatikan banyak gedung runtuh karena tidak tahan gempa). Sehingga perlu kontrol ketat dan sertifikasi rumah tahan gempa seperti yang dilakukan oleh Jepang.
b. Tidak menebang hutan secara sembarangan (perhatikan tanah longsor akibat gempa, karena tanah itu labil dan bisa saja gundul)
c. Membuat tata ruang yang baik sehingga tidak sembarang membangun rumah / hunian tidak pada tempatnya (seperti di bukit yang labil).

d. Ternyata kemewahan, kekayaan bisa musnah dalam sekejab mata, tidak lebih dari 5 menit hata kita lenyap, kemewahan hancur, bahkan nyawapun melayang.

e. Ternyata kita tidak bisa hidup sendiri, sekaya apapun, sehebat apapun kita tetap masih butuh orang miskin, butuh orang lain. Tolong menolong dan saling membantu adalah pelajaran penting yang terus kita jaga, tanpa membedakan ras, golongan, agama, dan negara. Kita butuh pengalaman negara lain dalam mengatasi bencana (seperti jepang).

f. Bencana tidak bisa dilawan, bencana tidak bisa dihindari akan tetapi bencana bisa dikurangi dampaknya, daya rusaknya, daya bunuhnya dengan belajar pada kejadian gempa gempa masa lalu.

Sama seperti kenapa kita perlu Berobat ke Dokter / Rumah sakit, bukankan hidup dan mati adalah ketentuan / takdir Tuhan. Itulah ihtiar manusia, dengan berobat ke dokter / rumah sakit diharapkan Tuhan mengabulkan dengan menyembuhkan kita, dan memanjangkan umur kita.

Semua butuh membaca (Iqro) dan membaca tanda tanda alam, Tuhan telah menciptakan Alam untuk dipelajari oleh manusia, sehingga manusia bisa menciptakan teknologi, supaya ada lapangan kerja baru, supaya ada penemuan baru, supaya ada perenungan baru.

Untuk apa?
Untuk bisa berfikir tentang kebesaran Tuhan, yang manusia hanya tahu sedikit, tetapi kadang begitu sombong, agar manusia sadar bahwa memang tidak ada yang patut disembah kecuali Allah, dimana sadar atau tidak sadar selama ini kita sering menyekutukannya. Karena sifat manusia memang sering lupa, terutama jika bergelimang dalam kenikmatan.
Untuk apa lagi?
Agar manusia terus belajar dan membaca Alam Semesta ini, agar kita bisa menyesuaikan diri dengan menciptakan teknologi yang mengikuti hukum Alam yang berlaku sesuai ketetapan Nya.
Untuk Apa lagi?
Untuk mengenali, menyakini dan mengimani bahwa Tidak ada yang dapat menolong, selain Yang disana, Tidak ada yang lebih perkasa selain Dia, Allah Tuhan Yang Maha Besar.

Untuk apa lagi?

Untuk selalu bertobat, untuk dekat dengan Nya, untuk selalu beribadah denganNya. Sebelum Giliran Bencana dahsyat menimpa diri kita.

(Tulisan ini terkhusus untuk diri saya sendiri)

Turut berduka yang mendalam, atas musibah yang menimpa sauradara kita di Sumbar Sumatra Barat, Padang , jambi dan sekitarnya.

Menyumbang dan Membantu apapun yang bisa diberikan

Untuk membantu meringankan beban saudara kita di Sumbar akibat gempa maha dashyat, sepertinya banyak hal yang bisa dilakukan. Sedikit tulisan ini barangkali bisa membantu mereka yang sangat membutuhkan. Menyumbang apapun yang bisa diberikan, meskipun kita ternyata hanya bisa bediam diri, merenung dan berdoa,

Wahai para penguasa, gunakan kekuasaan anda untuk memerintahkan semua rakyat yang selamat di Sumbar untuk bahu membahu dalam penanganan gempa,
Dengan harta kita kalau uang itu bisa menolong mereka untuk membeli kebutuhan hidup hari ini, karena seluruh, harta bendanya hancur tetibun,
Dengan makanan yang kita miliki kalau mereka bisa terhindar siksa kelaparan,
Dengan pakaian kita, agar para korban bisa lebih hangat dari dinginya guyuran hujan dan angin malam yang mengyengat,

Dengan air yang masih tersisa berikan agar dahaga bisa segera terobati,

Membantu dengan obat agar luka memar, luka akibat tertipa reruntuhan bisa segera sembuh,

Dengan Darah kita, karena darah mereka terkuras disebabkan luka dalam terkoyak tembok beton,
Dengan Pikiran kita kalau memang itu bisa memberi solusi meringankan beban mereka,
Dengan tenaga kita (medik, teknik, fisik) untuk mengangkat, menolong ratusan korban yang tertimbun dinding rumah yang roboh, gedung yang runtuh, bangunan yang amblas,

Dengan doa kita jika kita yakin doa itu akan meringankan beban mereka karena pertolonganNya,
Dengan tulisan kita kalau tulisan itu bisa menggugah orang lain untuk bertindak dalam meringankan beban para korban,

Dengan informasi tentang korban gempa agar memudahkan identifkasi, verifikasi dan rehabilitasi.
Dengan diam kita kalau dengan cara itu bisa menenangkan suasana, tidak menyalahkan orang lain, sehingga suasana bisa kondusif.

Bukan waktunya untuk saling menyalahkan, saling menghujat, tetapi saatnya saling berbagi dengan apa saja yang kita miliki, bahu membahu dalam meringankan beban para korban.

SALURKAN DONASI ANDA MELALUI

Bank BCA KCU Puri Indah
No. Rekening 288 3333 888
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

atau

Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk
No.Rekening 117 0000 778894
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

Salurkan dana anda pada tempat yang anda yakini akan sampai dengan cepat.

PT. Lativi Mediakarya (tvOne)

BANK MANDIRI CAB JKT PULO GADUNG
NO REKENING : 125-000-7926-793

BANK BRI CAB RAWAMANGUN
NO REKENING : 0386-01-000-111-304

BANK BNI 46 CAB RAWAMANGUN
NO REKENING : 3009-2009-5

BANTUAN UTK KORBAN GEMPA.UTK PELANGGAN INDOSAT&XL KETIK=SUMBAR KIRIM KE:5000 TELKOMSEL KETIK=SUMBANG KIRIM KE:5000

Catatan:

Saya tidak ada kerja sama apapun pada perusahaan yang saya sebutkan diatas, ini hanya informasi pendukung saja. Silahkan tambahkan di komentar agar semua sumbangan bisa segera sampai.

Satkorlak: Korban Tewas Gempa Sumbar 478 Orang

Korban tewas gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) Sumatra Barat (Sumbar), hingga Kamis (1/10) sore menjadi 478 orang.

Dari data Posko Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Sumbar, korban tewas berasal dari Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kota Pariaman, dan Kota Bukit Tinggi.

Menurut salah seorang petugas Posko Satkorlak, Evi, data terus bertambah seiring masih berlangsungnya pencarian korban yang terperangkap di reruntuhan bangunan.

Di Kota Padang, korban banyak terperangkap di Hotel Ambacang, bimbingan belajar (Bimbel) GAMMA, Bimbel LIA di Jalan Khatib Sulaiman, Pasar Raya Padang, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Padang.

“Diperkirakan korban jiwa mencapai ribuan orang,” kata Evi.

Di Posko Rumah Sakit (RS) M Djamil Padang, mayat korban gempa terus berdatangan. Hingga Kamis sore, tercatat sebanyak 63 mayat korban.

RS terbesar di Kota Padang itu ramai dikunjungi masyarakat yang melihat daftar nama keluarganya yang tewas dalam musibah gempa.

Direktur RS M Jamil Padang, Suchyar Iskandar mengatakan, saat ini juga dirawat sebanyak 90 pasien korban gempa, dan 168 korban luka-luka.

Dari daftar nama korban tewas di RS M Jamil, terdapat nama Yuli Syahrial, kepala Cabang Bank Internasional Indonesia Padang. Menurut salah seorang petugas di BII, Yuli Syahrial baru beberapa bulan bertugas di Kota Padang. Ia tewas di kantornya, pada saat gempa terjadi, Rabu sore.

Mencekam
Suasana Padang Kamis malam tampak mencekam. Aliran listrik yang padam, menyebabkan Kota Padang menjadi gelap. Sementara, lalu lintas kendaraan tampak ramai.

Ekonomi Padang juga lumpuh total karena pusat-pusat perdagangan tutup.

Warga juga mengeluhkan sulitnya mendapat bahan bakar minyak (BBM).

“Saya sulit mendapatkan BBM sejak Kamis siang. Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terjadi antrean panjang. Sementara tidak semua SPBU buka,” kata Ari (27), warga Gunung Pangilun.

Ia mengaku terpaksa membeli BBM yang dijual di tepi jalan dengan harga Rp15.000 per liter.

Warga Padang pada hari kedua gempa juga mengalami kesulitan air bersih karena terhentinya pasokan air bersih dari PDAM Padang.

“Saya tidak bisa mandi sejak pagi. Begitu juga untuk minum, saya sulit mendapatkan air,” kata Monika, warga Alang Lawas Koto.

Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi menyatakan proses evakuasi korban menjadi prioritas utama di samping recovery (pemulihan) aktivitas perekonomian, ketersediaan listrik, transportasi, dan BBM.

Ia mengaku pada Kamis pagi sudah mengucurkan dana Rp500 juta untuk keperluan tanggap darurat bagi empat daerah, Kota Padang, Pesisir Selatan, Padangpariaman, dan Kota Pariaman.

Ia juga menyatakan sudah mendistribusikan beras ke empat daerah tersebut.

“Saat ini Pemprov memiliki dana Rp2,6 miliar untuk tanggap darurat. Sementara Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Satkorlak PB) juga memiliki dana sebesar Rp2,5 miliar,” kata Wakil Gubernur Marlis Rahman.

Pada Kamis siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Kota Padang.

Hancur
Sebagian besar bangunan di Kota Padang hancur akibat gempa dahsyat itu. Sejumlah infrastruktur pendidikan berupa sekolah dan kampus juga dirusak gempa.

Gedung SMAN 1 Padang di Jalan Jenderal Sudirman rusak parah.

Menurut Kepala SMA N 1 Padang Jufril Siri, dari 23 ruang kelas, sekitar tujuh ruangan yang bisa dipakai.

“Benar-benar parah, dan akan menganggu pendidikan anak-anak kita,” kata dia sedih.

Kondisi yang sama juga terlihat di SMK N 3 Padang, di Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi tangga menuju lantai II gedung sekolah itu rusak parah. Begitu pula labor komputer, berserakan dikoyak gempa.

“Kita prihatin. Proses belajar mengajar akan terganggu agak lama,” kata salah seorang penjaga sekolah.

Kerusakan cukup parah juga dialami Fakultas Kedokteran Unand, di kawasan Jati Padang. Gedung utama kampus itu hancur.

Hal yang sama dialami kampus Universitas Negeri Padang, di Air Tawar.

Gedung rektorat universitas negeri itu, tampak rusak parah.

Demikian pula sejumlah fakultas seperti Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial di UNP.

Gedung SMP Muhammadiyah di Jalan Jhonni Anwar Padang juga tak luput dari sasaran gempa. Lantai II sekolah itu berantakan diterjang gempa.

Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar di Jalan Sudirman Padang juga hancur total. Bangunan bertingkat itu, benar-benar rusak dan tidak bisa dipakai lagi untuk aktivitas dinas.

Pada Kamis malam, warga Padang tampak tidur di tenda-tenda.

“Kami khawatir dengan gempa susulan,” kata Feri, warga Gunung Pangilun.

Hal yang sama juga disampaikan Anjar yang mengaku pada Rabu malam tidak bisa tidur nyenyak.

“Bagaimana mau tidur, gempa kali ini benar-benar membuat kami trauma,” kata dia.

2 Oktober 2009 Pengukuhan Batik Sebagai Warisan Dunia

Sambut pengukuhan batik jadi warisan dunia
10.000 Orang ditarget ikut kirab.
Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Solo diharapkan ikut kirab batik yang digelar untuk menyambut pengukuhan batik sebagai karya asli Indonesia warisan budaya dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Sabtu (3/10).

Kirab direncanakan mulai pukul 15.00 WIB dengan start di Stadion R Maladi Sriwedari dan finis di halaman Balaikota Solo. Dalam kirab itu, warga baik secara berkelompok maupun perseorangan, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berekspresi dengan batik. Mereka tinggal datang ke Stadion Sriwedari sebelum acara, tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Peserta kirab ditargetkan mencapai 10.000 orang.
Tak hanya kirab, seluruh elemen masyarakat yang bergerak dalam bidang batik, seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan dan sebagainya juga diharapkan ikut bergerak. Mereka diharapkan membuat kegiatan bertema pelestarian batik.
”Saya berharap setelah pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia nanti, semua elemen masyarakat ikut bergerak. Targetnya, covered media massa terpusat di Solo, karena Pemkot dan masyarakat di sini kan juga cukup intens melakukan lobi-lobi di tingkat internasional, salah satunya saat WHCCE dulu,” ungkap Walikota Solo Joko Widodo, saat ditemui wartawan di Balaikota, Senin (28/9).
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo mengatakan, dalam persiapan kirab tersebut, pihaknya mengundang sejumlah stakeholders di antaranya Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Batik Danar Hadi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Industri Pariwisata (Asita), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Rencananya, kata Purnomo, dalam kirab itu sekaligus akan di-launching penerapan keterampilan membatik sebagai muatan lokal (Mulok) dalam kurikulum pendidikan di Solo. ”Kami mengharapkan nanti ada panggung kehormatan di depan Batik Danar Hadi dan di situlah launching Mulok batik dilakukan,” ujar Purnomo, kemarin.
Kepala Disdikpora, Rakhmat Sutomo mengungkapkan, saat ini memang tengah dikonsep penerapan ilmu membatik sebagai Mulok di sekolah. Menurut rencana, Mulok itu diajarkan mulai tahun ajaran 2010-2011 mendatang di semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/SMK.
”Ya nanti kan ada tingkatan-tingkatannya. Misalnya di SD mengajarkan pengenalan batik, SMP mengajarkan pembuatan batik sederhana, dan di SMA/SMK sudah mengarah pada produksi batik,” ujar Rakhmat.
Sebagaimana diinformasikan, UNESCO akan mengumumkan pengukuhan batik sebagai karya asli Indonesia warisan budaya dunia di Abu Dhabi, Jumat (2/10) siang waktu setempat, atau sama dengan Jumat malam waktu Indonesia bagian Barat (WIB). Sebelumnya, wayang dan keris juga sudah mendapatkan pengukuhan serupa.