Salah Kaprah Makna Penasehat Spiritual

SUMBER : KI AGENG WAHDAH PENASEHAT SPIRITUAL

Kali pertama anda mendengar istilah “penasehat spiritual” atau “spiritualis”, apa yang muncul dalam pikiran anda ?

Pasti yang muncul adalah : penasehat spiritual tak ubahnya seperti paranormal, atau orang pinter, atau orang yang dianggap “mengerti”.

Jika anda mempunyai persepsi seperti itu, anda tidak salah, karena itulah yang kebanyakan ditemui di masyarakat kita. Sebuah istilah baru yang beken sejak awal tahun 2000-an untuk memperhalus istilah paranormal atau dukun. Entah siapa yang kali pertama menggunakan istilah tersebut saya tidak tahu, tetapi tiba-tiba saja akrab di pendengaran masyarakat kita.

Tetapi, jika anda berpendapat demikian, bahwa penasehat spiritual tak ubahnya paranormal, pendapat anda bisa saya katakan tidak sepenuhnya tepat.

*****

Seorang pengusaha sebuah perusahaan ekspedisi yang sukses dengan armada yang melintasi seluruh benua Eropa, Asia, bahkan Amerika memanggil sahabatnya, yang diakui sebagai penasehat spiritualnya ke kantornya di salah satu gedung pencakar langit di kawasan Jakarta Selatan.

Tidak ada keperluan yang mendesak sebenarnya. Sahabat si pengusaha itu hanya diminta mampir sebentar ke ruang kantornya. Pengusaha keturunan Tionghoa ini meminta saran pada sahabatnya ini untuk “melihat-lihat” suasana ruang kerja yang baru ditempatinya. Tentu saja bukan sekedar untuk melihat-lihat, tapi juga memeriksa kondisi ruangan dengan mata batinnya. Apakah ada hawa negatif atau faktor tertentu yang dirasa tidak baik atau merugikan bagi usaha atau keselamatan si pengusaha ini.

Ternyata, dari “terawangan” sahabat si pengusaha ini, tidak ditemukan faktor negatif di ruangan kerja. Semua baik-baik saja, setidaknya dari segi penglihatan batin sahabat si pengusaha itu. Hanya saja, si pengusaha tadi diminta untuk mengubah beberapa sudut kursi dan meja di ruangan kerja. Tujuannya agar aura kesuksesan dan kerejekian bisa semakin kuat dan mantap menyertai si pengusaha ekspedisi yang kaya raya tersebut.

*****

Itu adalah gambaran kecil dari pekerjaan sosok penasehat spiritual versi si pengusaha itu atau juga versi sebagian besar masyarakat kita. Tentang mengapa harus mengubah posisi kursi dan meja, tentu juga tak bisa dijelaskan secara logika ilmiah, karena dunia spiritual seringkali bebas dari pertanyaan-pertanyaan yang berbau logika rasional.

Melalui ilustrasi kisah diatas, saya ingin mengajak anda untuk kembali memahami makna penasehat spiritual yang sebenarnya. Penasehat spiritual sejatinya tidak sama dengan paranormal atau dukun. Sesuai kata-katanya, penasehat spiritual sebenarnya adalah orang yang mampu memberikan nasehat untuk spiritual atau keimanan seseorang kepada agama dan keyakinan yang dianutnya. Nasehat spiritual bertujuan untuk meningkatkan keimanan tidak hanya untuk orang lain tetapi juga untuk diri si penasehat spiritual itu sendiri tentunya.

Meningkatkan jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa, agar manusia mempunyai sandaran bergantung hanya kepada Tuhan, karena hanya Tuhan yang berhak disembah dan dijadikan tempat bergantung dari segala macam problematika dan hambatan dalam kehidupan manusia !

Itulah yang saya lakukan dalam menjalankan tugas saya selama ini. Ratusan klien yang berkonsultasi dengan saya selalu mendapat saran untuk meningkatkan kehidupan spiritualnya yaitu keimanannya kepada Tuhan, untuk mendapat pertolongan dari Tuhan dan berpasrah diri kepada-Nya. Mereka tidak boleh sedikitpun bergantung pada saya karena saya hanya menunjukkan arah dan memberi peringatan untuk orang lain dan diri saya sendiri.

Dalam kasus tertentu memang saya harus turun sendiri, karena itu bagian dari ikhtiar yang wajib dilakukan. Misalnya untuk penyembuhan penyakit, gangguan faktor eksternal berupa tenaga tidak lazim atau TTL, dan sebagainya. Meski demikian, memang tidak semua klien saya mengikuti atau setuju dengan saran saya. Sebagian dari mereka ada yang menolak saran-saran saya, misalnya untuk membakar atau membuang azimat atau benda pegangan yang bertahun-tahun dimiliki. Menurut saya wajar bila ada yang menolak, karena memang sangat tidak mudah untuk menjadi ikhlas kalau tak ada hidayah Tuhan. Selain itu, harga azimat atau benda pegangan mereka seringkali mencapai puluhan juta rupiah, jadi tambah sulit lagi rasa ikhlasnya untuk membuangnya.

Kepada klien yang menolak saran saya itu, saya menghormati pilihan mereka dan itu terserah keputusan mereka. Sedangkan bagi saya tidak ada kerugian sedikitpun karena saya hanya bertugas menyampaikan amanah kebenaran.

Hidup ini hanya soal pilihan. Manusia tinggal memilih baik atau buruk jalan kehidupan yang ingin dijalani.

Kekuatan dan Keajaiban Doa

SUMBER : KI AGENG WAHDAH PENASEHAT SPIRITUAL

Dalam satu kesempatan kawan saya ini bercerita bahwa ia telah beberapa kali berhasil mencapai goal-nya (tujuan) tanpa harus berdoa seperti orang pada umumnya. Saya lalu menggali lebih lanjut dan bertanya, Kalau tidak berdoa, seperti kebanyakan orang, lalu apa yang kamu lakukan?
Ya itu… saya juga bingung. Saya hanya punya keinginan atau harapan saja. Nggak pernah berdoa sampai minta-minta banget sama Allah. Misalnya saat saya ingin pindah dari Jakarta ke Semarang. Saya lalu menyampaikan hal ini ke pimpinan saya. Permintaan saya disetujui. Namun setelah saya pikir-pikir lagi, akan jauh lebih baik, melihat peluang pasar yang ada, kalau saya pindah ke Surabaya. Nah, pas hari H saya mau pindah, eh.. pimpinan saya malah memindahkan saya ke Surabaya. Padahal saya nggak pernah ngomong kalau mau ke Surabaya karena saya merasa sungkan. Lha, permintaan saya kan ke Semarang, jelasnya.
Kawan saya lalu menceritakan beberapa kejadian lain yang ia alami yang tampaknya bersifat kebetulan saja. Apa yang ia harapkan ternyata benar-benar terjadi. Dan ini ia dapatkan dengan mudah.
Nah, sebelum saya bercerita lebih jauh saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada anda, Apakah anda rajin berdoa? Apakah doa yang anda panjatkan kepada Allah, Sang Maha Pencipta, sering, jarang, atau malah nggak pernah terkabul? Pernahkah anda bertemu dengan kawan anda (orang lain) yang jarang berdoa namun kualitas hidupnya jauh lebih baik dari Anda? Allah ini benar-benar adil atau nggak, sih?
Saya percaya 1.000% bahwa Allah, Sang Maha Pencipta bersifat adil seadil-adilnya. Hal ini saya Imani dan saya Amini dengan sepenuh hati. Sama sekali tidak ada keraguan dalam hati saya mengenai hal ini. Bagaimana dengan Anda?
Namun, mengapa ada banyak doa yang tidak mendapat jawaban? Mengapa ada orang yang tampaknya nggak “spiritual” tapi kok ya hidupnya jauh lebih baik dari orang yang mengaku “spiritual”?
Dulu, pertanyaan yang sama sangat mengganggu pikiran saya. Saya berusaha mencari jawabannya. Dan, setelah mencari cukup lama saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan, yang menurut saya pribadi, merupakan kunci bagi doa yang cespleng.
Saya berangkat dengan satu keyakinan bahwa Allah bersifat adil (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) dan akan selalu menjawab setiap doa kita, seperti yang tertulis di Al Quran, “Ketuklah maka pintu akan dibukakan”, “Mintalah kepadaKU niscaya akan Aku berikan”.
Pertanyaannya adalah “Pintu” mana yang harus kita ketuk dan bagaimana cara kita memintanya (baca: berdoa) dengan benar?
Pintu memang harus diketuk dan dibuka. Pintu yang dimaksud di sini adalah “Pintu Hati (Nurani)” kita. Dan yang harus mengetuk dan membukanya adalah kita sendiri. Pintu hati dibuka dari dalam, oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain dari sebelah luar. Banyak orang yang salah mengartikan “Ketuklah maka pintu akan dibukakan” dengan berharap bahwa akan ada “Seseorang” yang akan membukakan pintu itu bagi mereka. Lebih parah lagi kalau kita sampai berpikir bahwa adalah tugas orang lain untuk mengetuk pintu hati kita.
Lalu, bagaimana dengan pernyataan “Mintalah kepadaKU niscaya akan Aku berikan”? Saya melihat banyak yang salah mengartikan pernyataan ini. Benar kita bisa atau boleh berdoa dan memohon/meminta kepada Allah Yang Kuasa. Namun mengapa seringkali doa kita tidak terjawab? Pasti ada yang kurang pas atau salah dengan cara kita meminta, kan?
Ada Dua Tahap yang harus diperhatikan agar doa kita bisa benar-benar cespleng. Bicara mengenai doa sebenarnya bukan hanya menyangkut apa yang kita Panjatkan atau Ucapkan. Bila kita berdoa, yang paling berpengaruh, saya ulangi dan tekankan, yang paling berpengaruh, adalah Suasana Hati atau Perasaan kita, bukan kata-kata yang kita susun dengan sedemikian indah seperti syair. Doa masuk dalam ranah rasa/afeksi (dimensi rasa) bukan semata-mata urusan kognisi.
Langkah pertama, sebelum kita bisa berdoa dengan baik, benar, dan tulus adalah dengan membersihkan Hati dan Pikiran kita dari muatan-muatan emosi negatif. Bagaimana caranya? Dengan membuka Pintu Maaf selebar-lebarnya. Dengan Memaafkan.
Memaafkan mengandung makna kita melepas semua beban pikiran, semua luka batin atau pengalaman traumatik dari masa lalu, semua perasaan diri kotor dan tidak berharga, ketakutan, iri-dengki, kemarahan, dan berbagai emosi negatif lainnya.
Setelah kita mampu memaafkan barulah kita melanjutkan ke Langkah kedua yaitu kita Harus Yakin dan Percaya bahwa Allah Sang Maha Pencipta telah menyediakan apapun yang kita perlukan (menyediakan Rizki), dan saat ini kita telah mendapatkannya. Jadi, ini sebenarnya sama seperti saat kita melakukan afirmasi (sugesti diri) atau visualisasi. Yakinlah kalau apa yang kita impikan atau inginkan sudah berhasil kita raih. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kapan doa kita diwujudkan dan Terwujud? Nah, kalau yang ini urusan Allah. Semua butuh proses. Kita nggak bisa main paksa. Semua ada waktunya. Intinya, kita perlu mengembangkan perasaan yakin, syukur, & pasrah bahwa semua hal yg baik akan terjadi dalam hidup kita. Berprasangka yang baik.
Apa dan siapa saja yang perlu kita maafkan?
Pertama kita harus memaafkan diri kita sendiri. Seringkali orang tidak bisa berdamai dengan diri mereka sendiri. Untuk itu, sebagai langkah awal, maafkanlah diri Anda sendiri. Terima, syukuri keadaan Anda, dan cintailah diri Anda apa adanya. Seringkali yang menghambat diri kita adalah perasaan bersalah, kesedihan mendalam, kekecewaan, kemarahan, sakit hati, dendam, takut, iri, dengki, frustrasi, dan stres. Sadarilah bahwa diri Anda yang sekarang adalah hasil dari proses perjalanan hidup sebelumnya. Jadi, diri Anda di masa depan akan ditentukan oleh apa yang Anda lakukan saat ini. Apa yang Anda kerjakan sekarang. Semua bisa dan akan berubah menjadi lebih baik.
Kedua, kita harus bisa memaafkan orang lain yang pernah “menyakiti” kita. Kata “menyakiti” ditulis dalam tanda kutip karena sering kali yang terjadi adalah kita salah memberikan makna atas apa yang kita alami. Dengan kata lain seringkali apa yang kita alami sebenarnya bukanlah sesuatu yang menyakitkan. Peristiwa itu menjadi “menyakitkan” karena pikiran kita salah dalam memberikan makna dan mengakibatkan munculnya emosi negatif terhadap peristiwa itu. Nah, yang menyakitkan adalah emosi negatif yang terus kita rasakan karena kita melekat pada perasaan itu.
Setelah memaafkan orang lain kita perlu Memaafkan Masa Lalu kita. Apapun kejadian, peristiwa, situasi, atau apa saja yang pernah kita alami di masa lalu, yang kita rasa menyakiti hati kita, perlu kita maafkan dan lupakan. Ikhlaskan saja karena semua sudah terjadi dan tidak mungkin ada yang bisa diubah lagi.
Terakhir, kita perlu Memaafkan Allah. Anda mungkin berpikir, Lha, saya ini siapa? Kok bisa-bisanya saya perlu memaafkan Allah. Apa dipikir saya ini lebih hebat, lebih berkuasa dari Allah?
Jangan salah paham. Kita tidak ada apa-apanya dibanding dengan Allah. Memaafkan Allah maksudnya adalah kita perlu melepas (istilah teknisnya release) emosi dan pemikiran negatif mengenai Allah. Seringkali baik secara sadar maupun tidak sadar kita marah, kecewa, sakit hati, dan jengkel sama Allah. Memang, kita nggak berani mengungkapkan perasaan ini secara terbuka karena takut dosa. Namun ketidakpuasan kita terhadap Allah tampak dalam kalimat “Nasib saya kok seperti ini ya?”, “Ya, memang sudah takdir saya seperti ini”, “Hidup adalah penderitaan”, “Kemalangan dan kepahitan hidup ini adalah cobaan dari Allah”, dan masih banyak ungkapan “Negatif” lainnya.
Ketidakpuasan kita terhadap Allah juga tampak dalam sikap kita yang tidak bersyukur dan berterima kasih, kepada Allah, untuk keadaan dan keberadaan kita. Secara tidak sadar kita sering membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Celakanya, saat membandingkan diri kita dengan orang lain, yang selalu kita bandingkan adalah Kekurangan kita dengan Kelebihan orang lain. Kalau sudah seperti ini, suka atau tidak, mau jujur atau tidak, pasti muncul perasaan tidak senang di hati kita karena melihat keadaan orang lain lebih baik dari keadaan kita. Biasanya yang muncul adalah perasaan iri dan dengki. Iri artinya kita susah lihat orang lain senang. Sedangkan dengki artinya kita senang lihat orang lain susah.
Nah, setelah kita bisa memaafkan dengan tulus, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya ya berdoa. Cuma kali ini saya minta Anda menggunakan segenap perasaan Anda, sudah tentu perasaan positif, satukan Hati Lisan Pikiran, timbulkan rasa syukur, terima kasih, dan pasrah dan juga ekstra hati-hati dalam memilih kata yang Anda ucapkan saat berkomunikasi (baca: doa) dengan Allah.
Seringkali saya menemukan orang menggunakan kesempatan indah ini, saat berkomunikasi dengan Allah, untuk mengutuk orang lain atau justru meminta Allah untuk menghukum orang yang tidak mereka senangi.
Biasanya mereka akan berkata, “Saya doakan agar nanti kamu celaka. Biarlah Allah yang membalas semua kejahatanmu. Saya nggak bisa membalas kamu… ya nggak apa-apa. Allah punya mata dan telinga. Allah maha adil dan pasti akan membalaskan semua perbuatanmu”. Ini semua nggak benar. Lha, masa Allah diajak kerja sama untuk melakukan hal-hal yang negatif?
Akan sangat berbeda bila kita justru memaafkan dan mendoakan kebahagiaan orang yang telah menyakiti kita. Bila kita mampu melakukan hal ini dengan tulus maka efeknya terhadap hidup kita akan sangat dahsyat dan positif. Anda nggak percaya? Silakan coba sendiri.
Saya juga sering mengamati, mencermati, dan menganalisis kata-kata yang diucapkan orang saat mereka berdoa. Kalau Doa kita samakan dengan Afirmasi (sugesti diri) maka sudah tentu kita hanya boleh mengucapkan hal-hal positif yang dilandasi oleh perasaan atau emosi positif dan konstruktif. Afirmasi yang menggunakan kata-kata negatif dan diperkuat dengan emosi negatif dijamin nggak akan bisa jalan. Malah kita yang akan mendapatkan hal-hal negatif yang kita afirmasikan. Hal ini sejalan dengan Hukum Sebab Akibat atau Hukum Tabur Tuai. Apa pun yang kita tabur, melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kita akan kembali pada kita.
Coba Anda perhatikan doa yang biasa diucapkan oleh kebanyakan orang. Mereka seringkali mohon pada Sang Pencipta agar mereka “tidak susah”, “tidak menderita”, “tidak sakit”, “tidak miskin”, “anaknya tidak nakal”, “usahanya tidak mengalami hambatan”, “terhindar dari cobaan”, dan masih banyak “Afirmasi negatif/Doa” lainnya.
Bukankah akan jauh lebih indah, powerful, dan positif bila kalimat yang sama kita “ungkapkan” menjadi “bahagia”, “senang”, “sehat”, “kaya dan makmur”, “anaknya baik dan penurut”, “Soleh dan Soleha”, “usaha lancar dan untung”, “hidup lancar” , “aman dan tentram”, dan sebagainya.
Gunakan kalimat-kalimat Doa / Afirmasi yang bernuansa Positif untuk Tujuan yang Positif.
Bila kita hubungkan dengan level energi, seperti yang saya jelaskan pada Teknologi Pikiran Quantum NurSyifa’ sebelumnya, maka “Energi Psikis Sebagai Akselerator Keberhasilan”, dalam hal ini tampak dengan sangat jelas bahwa emosi-emosi negatif seperti rasa malu, rasa bersalah, kesedihan mendalam, takut, dan marah membuat kita semakin jauh dari pencerahan spiritual.
Nah, kembali pada cerita kawan saya di atas, ternyata setelah berdiskusi cukup lama saya akhirnya mendapatkan kunci keberhasilannya. Saya tahu mengapa ia dapat dengan sangat mudah mencapai apa yang ia inginkan walaupun seakan-akan ia tidak pernah memintanya melalui doa.
Lalu apa Rahasianya? Ternyata kawan saya ini bercerita bahwa ia telah berhasil mengendalikan emosi marahnya. Sudah 10 tahun ia tidak pernah marah saat berada di kantor. Dengan kemampuan pengendalian diri dan level kesadaran sebaik ini efeknya tentu sangat luar biasa. Saya bisa merasakan aura yang bersih dan level serta vibrasi medan energi tubuh yang kuat dan menenangkan. Kondisi ini berpengaruh sangat positif pada suasana kerja di kantornya. Berpengaruh dengan orang-orang yang berada disekelilingnya……orang yang berada di dekatnya….berpengaruh kepada semuanya….
Kondisi ini sudah tentu sangat mempengaruhi pikirannya, khususnya pikiran bawah sadarnya. Mengapa saya menyinggung pikiran bawah sadar? Karena semua emosi letaknya di pikiran bawah sadar. Dan doa yang paling cespleng adalah doa (baca: afirmasi) yang selalu diucapkan oleh pikiran bawah sadar. (*kita bisa lakukan dengan metode Pikiran Quantum NurSyifa’).
Untuk mudahnya begini. Emosi atau perasaan yang kita rasakan dan apa yang kita ucapkan saat berdoa, dalam kondisi pikiran sadar, jika tidak sinkron (sesuai dan sejalan) dengan pikiran bawah sadar, tidak akan bisa terkabul.
Hal yang sama juga dialami oleh seorang kawan, yang kebetulan seorang pengusaha sukses di bidang budi daya burung walet. Kawan saya ini merasa hidupnya sangat mudah dan lancar. Mengutip apa yang ia katakan, “Allah itu sangat bermurah hati pada saya. Hidup saya lancar, makmur, dan bahagia. Apa yang saya harapkan selalu terkabul. Allah berikan…..Bahkan saat saya nggak mintapun tetap Allah kasih”.
Allah berada di dalam Prasangka hambaNya……bila kita berprasangka yang Baik maka akan banyak Kebaikan yang kita peroleh, tapi begitu juga sebaliknya bila kita berprasangka yang Buruk maka akan Cuma Keburukan saja yang kita dapat dan terima dalam kehidupan ini.
Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan mengajak Anda merenung. Pembaca, pernahkah terpikir oleh Anda bahwa doa yang paling tulus, yang bisa kita panjatkan pada Sang Hidup, adalah bagaimana menjalani hidup kita. Benar, hidup kita adalah doa kita yang paling khusyuk. Kualitas hidup kita mencerminkan kualitas doa kita. Bagaimana kita Bertindak Berucap Berbuat Berpikir dalam menjalani Aktivitas keseharian kita……..Menjalani Hidup Penuh Arti Penuh Manfaat Penuh Makna….Tiada waktu yang terbuang dengan Percuma…semua untuk Beribadah pada Allah.
Penting
Dalam melakukan berbagai proses Doa/Afirmasi Diri, kita harus meningkatkan kepasrahan, berserah diri, menyatukan Hati Lisan Pikiran, Libatkan Panca Indra + Emosi yang Positif, Perbanyak Zikir agar selalu terhubung dgn Allah, Yang Maha Kuasa. Yakini dengan apa yang Anda lakukan………..Kristalisasikan Energi Doa-nya dengan banyak Bersyukur….
“Aku selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalam jiwanya, maka Akupun mengingatnya di dalam Zat-Ku. Dan jika ia ingat kepadaku ditempat ramai, Akupun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku pun ingat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat”

Rasa dekat kepada Allah tidak dapat terwujud dengan seketika, tetapi terjadi melalui proses kesungguhan hati yang panjang. Banyak jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun jalan yang terbaik yaitu dengan selalu taat mematuhi aturan mainya-Nya, dimana berzikir termasuk salah satu diantaranya.

Riwayat Hidup Maha Guru Ching Hai

Guru Ching Hai dilahirkan di Au Lac, ayahnya seorang Naturopath yang terkenal yang suka mempelajari aneka sastra dunia, terutama filsafat. Di antara favoritnya adalah karya-karya Lau Tze & Chuang Tze, yang telah dapat dibaca oleh Guru Ching Hai sejak kecil, Beliau membaca buku-buku tersebut serta buku-buku filsafat timur dan barat lainnya sebelum memasuki sekolah dasar.

Guru Ching Hai tidak seperti anak-anak biasa pada umumnya. Beliau sering ditemukan sedang asyik membaca sastra filsafat, ketika anak lainnya mengerjakan perkerjaan rumah atau bermain. Ayahnya mengkhawatirkan hal ini dan bertanya kepadaNya, apakah Beliau mengerti isi bacaan itu? Beliau menjawab, “Ayah, jika saya tidak mengerti, saya tidak akan tertarik membaca terus.” Walaupun ayahNya tetap masih belum lega, namun pelajaranNya di sekolah tetap memperoleh nilai terbaik, akhirnya ayahNya mendukung kegemaranNya yang luar biasa ini.

Walaupun kedua orang tuaNya adalah umat Katolik, mereka sangat terbuka untuk ajaran Buddha. Nenek Beliau seorang umat Buddhis. Guru Ching Hai suka meluangkan waktu mempelari kitab suci dan cara pemujaan Buddha. Beliau mengembangkan sikap yang sangat terbuka terhadap semua agama. Karena latar belakang ini, pagi-pagi Beliau pergi ke gereja Katolik, sore hari ke vihara, dan malamnya mendengarkan khotbah ajaran suci. Sehingga dalam benakNya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan rohani, “Darimana kita berasal? Kehidupan apakah setelah mati? Mengapa begitu banyak perbedaan antar sesama umat manusia?”

Pada waktu perang, di kotaNya kekurangan tenaga dokter dan perawat, maka Beliau membantu di rumah sakit setelah pulang dari sekolah. Beliau memandikan pasien, membersihkan pispot, mengerjakan tugas yang rendah dan kotor, berusaha untuk meringankan penderitaan si pasien. Teman-temaNya dari berbagai negara menjuluki Beliau sebagai “Buddha Hidup” atau Orang Suci yang lucu” karena Beliau penuh dengan rasa humor dan berbaik hati terhadap setiap orang.

Beliau selalu bersifat lembut hati terhadap hewan-hewan, dan sering membawa pulang hewan yang sedang terluka, merawatnya sampai sembuh, lalu melepaskannya kembali. Jika melihat hewan dibunuh, Beliau akan menangis, berharap memiliki kekuatan untuk mencegah penderitaan dunia. Beliau telah menjadi vegetarian dan selalu muak terhadap pembunuhan sepanjang hidupNya.

Sewaktu Guru masih kanak-kanak, seorang ahli nujum mengatakan bahwa Beliau adalah seorang yang luar biasa, sangat cerdas, berbudi luhur dan bermoral tinggi. Diramalkan bahwa Beliau akan meniggalkan keduniawian dan mencapai Pencerahan. Jika berumah tangga, Beliau akan membina keluarga yang bahagia dan memiliki suami yang baik. Ramalan-ramalan serupa banyak berulang di kemudian hari.

Ketika Beliau meninggalkan rumah untuk menjadi biarawati, ibuNya pergi ke kuil Quan Yin untuk memohon petunjuk. Ia memilih Kuil Bodhisattva Avalokitesvara yang dikatakan selalu menjawab semua pertanyaan umat yang tulus. IbuNya diberitahu, “Sang Guru adalah seorang anak yang langka dan mulia, satu di antara semilyar. Beliau datang ke dunia ini mengemban misi untuk menyelamatkan mahkluk hidup yang sengsara.”

Beliau pernah bekerja di Palang Merah Jerman sebagai penerjemah. Beliau dengan sukarela bekerja lebih lama dengan mengorbankan kesehatan dan kenyamananNya demi pengungsi Au Lac. PekerjaanNya di Palang Merah membuatNya memahami penderitaan pengungsi-pengungsi dari banyak negara. Secara terus menerus Beliau melihat penderitaan dan kekacauan yang diakibatkan oleh peperangan dan bencana alam. Guru menderita sekali dan terus mencari jalan untuk meringankan kepedihan yang dilihatNya. Beliau menyadari bahwa tidak mungkin hanya dengan mengandalkan kekuatan seorang awam untuk menghentikan penderitaan umat manusia. Hal tersebut lebih kuat mendorongNya untuk mencapai Pencerahan, ketika Beliau menyadari bahwa hanya dengan jalan ini dapat meringankan kesengsaraan manusia. Maka, bahkan waktu di Eropa, Beliau berlatih meditasi dengan sungguh-sungguh. Beliau sering merasakan bahwa jalan yang ditempuhNya ini tidak berguna, bagaimanapun Beliau tidak mengalami alam batin seperti yang dilukiskan dalam kitab suci, ataupun mencapai Pencerahan. Hal ini sungguh mengecewakan Beliau.

Guru Ching Hai berpandangan sangat luas terhadap semua agama. Beliau telah mempelajari dan mengajarkan kata-kata Yesus, Buddha, Lao Tze dan banyak lagi yang lainnya. Beliau selalu menunjukkan persamaan antara ajaran-ajaran agung dan membeberkan pandanganNya agar kita mengetahui bahwa semua Guru Sejati mengajarkan Kebenaraan yang sama. Beliau sering menjelaskan bagaimana timbulnya perbedaan pandangan-pandangan agama yang hanya disebabkan perbedaan pendapat dan penggunaan bahasa disetiap bangsa yang berlainan dan pada waktu yang berbeda.

Saat di Jerman, Guru Ching Hai menikah dengan seorang ilmuwan bangsa Jerman yang memiliki dua gelar Doktor, hidup mereka bahagia. SuamiNya seorang yang baik hati, penuh perhatian, dan suka membantu. Ia juga menjadi vegetarian, sering menemani istrinya berziarah dan mendukung pekerjaan sosial sang istri. Namun akhirnya, Guru merasa perlu meninggalkan suamiNya untuk menuntut cita-cita rohani Beliau. Beliau merundingkan hal ini dengan sang suami untuk waktu yang cukup lama yang akhirnya menyetujui perpisahan ini. Ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi mereka, namun Beliau memiliki perasaan yang kuat bahwa ini adalah keputusan yang tepat bagiNya dan dibutuhkan demi mencapai Pencerahan.

Setelah meninggalkan suamiNya, Guru mencari metode sempurna yang dapat membimbing seseorang mencapai pembebasan abadi dalam satu masa kehidupan. Dalam Sutra Surangama, Buddha Shakyamuni mengatakan bahwa Metode Quan Yin adalah metode tertinggi. Tetapi tidak ada satupun dari guruNya mengetahui hal ini. Beliau menjelajahi dan mencari di mana saja, akhirnya setelah bertahun-tahun kemudian, Beliau bertemu dengan seorang Guru Himalaya yang menginisiasi Beliau dalam Metode Quan Yin dan memberkahiNya dengan kekuatan Ilahi yang telah dicariNya selama bertahun-tahun. Setelah berlatih dalam kurun waktu yang relatif singkat, Beliau akhirnya mencapai Pencerahan sepenuhnya dan terus-menerus berlatih serta menyempurnakan pengetahuanNya. Beliau menyepi di Himalaya beberapa saat untuk melanjutkan latihan harian.

Akhirnya, Guru Ching Hai berkelana sampai di Formosa (Taiwan). Pada suatu malam hujan lebat turun disertai badai Typhoon. Ketika Beliau bermeditasi di suatu bilik di belakang kuil kecil di Formosa, sekelompok orang mengetuk pintu. Ketika Guru bertanya apa maksud dari kedatangan mereka, mereka menjawab, “Ketika menanggapi doa kami, Bodhisattva Avalokitesvara memberi tahukan bahwa Anda adalah Guru Agung dan kami harus memohon kepada Anda untuk memperoleh metode Pencapaian Pembebasan (Abadi). “Beliau berusaha menyuruh mereka pergi, tetapi mereka tidak mau meninggalkan tempat itu. Akhirnya Guru terharu oleh ketulusan dan kepatuhan mereka dan setuju menginisiasi mereka setelah mereka melakukan penyucian moral selama beberapa bulan. Mereka juga harus berjanji untuk menjadi vegetarian seumur hidup.

Guru Ching Hai adalah seorang pemalu dan tidak mencari murid. Beliau pernah melarikan diri dari orang-orang yang mencariNya untuk memohon inisiasi. Hal ini terjadi di India dan Amerika Serikat, di mana Beliau hidup sebagai biarawati Buddhis yang bersahaja. Ketika Beliau diketemukan ketiga kalinya di Formosa, Beliau menyadari bahwa seharusnya tidak melarikan diri dari tugas yang tidak dapat dihindari. Sejak saat itu Beliau mulai membagi pengalaman dengan semua yang ingin mendengarkan ajaran Kebenaran, dan menginisiasi murid-murid yang tulus ke dalam Metode Quan Yin.

Penyebaran ajaran Beliau berlangsung dari mulut ke mulut oleh sekelompok kecil muridNya yang pertama di Formosa hingga saat ini mencapai ratusan ribu orang. Sebagian besar muridNya berada di Formosa, karena Beliau paling lama tinggal di sana. Pada tahun-tahun terakhir ini, Beliau melakukan perjalanan ceramah ke seluruh Asia, Amerika Serikat, Amerika Latin, Australia, Kanada, Meksiko, Eropa, Afrika, dan belahan dunia lainnya. Orang dari berbagai profesi dengan latar belakang agama yang berbeda, berkat pertolongan Beliau, mereka mencapai kemajuan rohani yang pesat. Walaupun tanpa organisasi yang formal untuk menyebarkan ajaran Beliau, namun para simpatisan dan murid-muridNya dapat ditemukan di seluruh dunia, mereka siap membantu orang-orang yang ingin belajar dengan Guru mereka yang tercinta.

Lagipula untuk membantu orang yang tak terhitung banyaknya melalui ajaran rohaniNya dan inisiasi, Guru Ching Hai telah mencurahkan tenagaNya yang tak terbatas untuk membantu mereka yang menderita atau membutuhkan. Pada tahun-tahun belakang ini usaha kemanusianNya telah mengharukan hati dan jiwa berjuta-juta orang di seluruh dunia. Guru tidak membeda-bedakan apa itu penderitaan yang disebabkan oleh kegelapan batin, kekurangan materi, atau peristiwa yang tidak terduga. Di mana ada penderitaan, Beliau akan membantunya.

Kegiatan-kegiatan kemanusiaan Guru Ching Hai pada beberapa tahun ini termasuk bantuan kepada tuna wisma seluruh Amerika Serikat dan sebagian di negara-negara lain, korban kebakaran California Selatan; korban banjir di Barat Tengah Amerika Serikat dan sebagian di negara-negara lainnya, bagian Tengah dan Timur daratan Cina, Malaysia, Au Lac, Belanda, Belgia, Perancis; kaum jompo yang diabaikan di Brasil; korban letusan gunung berapi Pinatubo di Philipina; korban bencana di Muangthai Utara; keluarga miskin di Formosa dan Singapura; penderitaan kusta di Molokai, Hawai, kumpulan spiritual di India, Jerman dan Uganda; anak cacat mental di Hawai; korban gempa bumi di Los Angeles dan Jepang; Veteran di Amerika Serikat; yatim piatu di Au Lac; Institut Penelitian Penyakit AIDS dan Kanker di Amerika Serikat; dan sebagainya. Tentu saja, kami tidak lupa akan menyebut usaha bantuan Guru Ching Hai yang tidak mengenal akhir dan lelah terhadap pengungsi Au Lac, baik yang berada di dalam maupun yang di luar kamp pengungsi.

Walaupun Beliau tidak mencari segala macam penghargaan, Guru Ching Hai telah dikenal dan dihormati oleh pejabat pemerintah di seluruh dunia atas kegiatan kemanusiaanNya. Sebagai Contoh: Pada tanggal 25 Oktober 1993 diumumkan sebagai ” Hari Supreme Master Ching Hai” oleh Walikota Honolulu Hawai, dan pada tanggal 22 Februari 1994 juga diumumkan yang serupa oleh Gubernur negara-negara bagian Illinois, Otawa, Winsconsin, Kansas, Missouri, dan Minnesota AS. Beliau juga menerima “Penghargaan Perdamaian Dunia di Honolulu, dan Pemimpin Spiritual Dunia” pada suatu upacara di Chicago tertanggal 22 Februari 1994. Surat ucapan Selamat dikirimkan ke Pesta Upacara di Chicago oleh banyak pejabat pemerintah di seluruh dunia termasuk Presiden Clinton, Bush dan Reagan.

Tahun-tahun belakang ini, Guru Ching Hai juga mengabdikan diri dalam karya seni yang mengungkapkan keindahan alam rohani yang dihayati oleh Beliau. Karya-karyaNya meliputi lukisan-lukisan, kipas, dan lentera hias, tata ruang, kesenian taman, rancangan pakaian, puisi, musik dan perhiasan. Kebanyakan karya seni ini diciptakan dengan tujuan mengumpulkan dana untuk keperluan sosial (amal).

Guru Ching Hai berkata bahwa Beliau sejak dilahirkan tidak dalam keadaan Pencerahan. Beliau juga pernah hidup seperti orang awam dan belajar dari pengalaman mengetahui masalah kita, sakit hati kita, nafsu, hasrat dan keraguan-raguan kita. Disamping itu Beliau juga mengetahui alam suci ke Buddhaan, dan cara mencapai ke sana dari sini. Tujuan hidupNya hanya diperuntukkan untuk membantu tanpa mengenal balas jasa menuju kebahagiaan kesadaran Illahi yang cerah. Jika anda sudah siap, Beliau akan datang untuk membawa Anda pulang!

Guru Ching Hai memberi ceramah yang beraneka ragam untuk menarik perhatian murid-murid menurut latar belakang dan budaya masing-masing, tidak membedakan apakah ia Kristen, Islam, Buddhisme, atau Taoisme dan lain-lain. Beliau berkhotbah dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, China, dan Au Lac. Bagi mereka yang ingin belajar dan berlatih metode Quan Yin, akan disambut dengan tangan terbuka untuk menerima inisasi. Ceramah dan inisiasiNya diberikan dengan tanpa dipungut biaya apapun.

SUMBER : MASTER CHING HAI

Terapi Musik yang Menentramkan Hati

Musik sudah lama menjadi bagian dari kehidupan manusia yang mampu membuat seseorang terhibur, terlena, atau mengenang kembali. Musik juga bisa menjadi terapi. Terapi musik sudah lama dipakai untuk membantu daya ingat pasien Alzheimer dan mengembangkan kemampuan komunikasi anak-anak autis.

Kini para peneliti dari University of Alabama, Amerika Serikat, mengembangkan terapi musik menggunakan gitar dan lagu untuk “mengantar” pasien yang sedang sekarat menjemput ajalnya.

Terapi musik ialah penggunaan bunyi dan musik dalam memunculkan hubungan antara individu dan terapis untuk mendukung dan menguatkan secara fisik, mental, sosial, dan emosi. Penggunaan bunyi dan musik dapat berbagai cara, misalnya bermain musik bersama dengan improvisasi bebas.

Menurut Sarah Pitts, salah seorang peneliti di bidang terapi musik, seringkali keluarga dari pasien yang sedang sekarat berkumpul di sekitar pasien dan minta dinyanyikan lagu himne yang menentramkan hati, seperti Amazing Grace. Ada pula pasien yang ingin dinyanyikan lagu rock klasik seperti lagu-lagu Beatles yang mampu memunculkan memori bahagia.

Sarah Pitts pertama kali main musik untuk seorang nenek yang hampir meninggal. “Secara perlahan napas wanita itu menjadi tenang. Keluarganya lalu berkumpul di sekitarnya dan satu persatu mengucapkan selamat tinggal. Saya senang bila musik saya mampu membuat orang nyaman,” katanya.

Musik yang dipakai sebagai terapi lebih dari sekadar musik yang enak didengar. Musik adalah medium untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Demikian menurut Dena Register, ahli terapi musik dari University of Kansas, AS.

“Kami tidak mengajar orang untuk sekedar memainkan gitar atau piano, atau bernyanyi untuk menghibur,” kata Register. Ia menambahkan, ada target yang lebih besar dari terapi musik. Misalnya saja untuk menghilangkan rasa sakit atau membantu pasien menyampaikan keinginannya pada keluarga.

Bagi sebagian orang, kata-kata tak memungkinkan untuk berkomunikasi. Misalnya saja pasien yang sedang sekarat tidak dapat berbicara, atau pasien gangguan mental yang memang memilih tidak berbicara. Terapi musik bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Metode terapi musik pertama kali ditemukan di Amerika tahun 1950-an. Pada tahun 1970-an, Mary Priestly mengembangkan analytical music therapy ketika bekerja sebagai terapis musik d sebuah rumah sakit jiwa. Di tahun 2007 sebuah studi membuktikan bahwa terapi musik secara dramatis mampu meningkatkan kondisi fisik dan mental pasien paliatif (yang sedang menghadapi kematiannya).

Dalam studi yang dilakukan para peneliti dari Cleveland Music School Settlement tersebut diketahui terapi musik secara signifikan menurunkan rasa gelisah dan sakit yang dirasakan pasien serta membuat pasien bernapas lebih tenang. Sekitar 80 persen dari 200 responden juga mengaku mood mereka menjadi lebih baik, demikian juga dengan para keluarganya.

“Musik sepertiny memang sederhana tapi bermanfaat besar untuk anggota keluarga dan pasien dalam menghadapi kematian, trauma, atau rasa takut sebelum dioperasi,” kata Pitts.

Musik mampu menghadirkan rasa emosi tertentu, bahkan respon fisik. Untuk pasien dan keluarga, musik dapat membantu mereka untuk berkumpul dan bersama sebagai keluarga, mengingatkan mereka pada saat-saat membahagiakan sehingga pasien lebih tenang menghadapi kematiannya.

SUMBER : KOMPAS

Daftar 20 Epaper Koran (Surat Kabar Harian) Indonesia, Hampir Semuanya GRATIS!!!

Dengan semakin murahnya koneksi internet, informasi menjadi sangat mudah didapat. Bahkan media elektronik seperti Televisi kadang kalah cepat dalam memberitakan suatu peristiwa yang penting. Selain itu, sumber berita dari internet juga bisa dikatakan tidak terbatas. Hanya kadang kita perlu menyaring, berita dari sumber mana yang dapat kita percaya.

Lalu bagaimana dengan media cetak? Apakah dengan hadirnya internet semakin mengurangi jumlah oplah harian media ini? Pengaruh itu pasti ada, tapi dibalik itu, media cetak mampu memanfaatkan citra baik sebagai sumber berita yang dapat dipercaya dengan membuat situs online. Sungguh langkah yang cerdik. Bahkan tanpa takut oplah mereka semakin turun, sebagian media cetak berani menerbitkan epaper.

Apa itu epaper? Epaper adalah versi digital dari surat kabar cetak. Jadi yang kita lihat di epaper adalah sama persis dengan yang tercetak di surat kabar. Sebenarnya epaper pertama di Indonesia sudah terbit lebih dari setahun yang lalu, tapi tentu saja semakin lama semakin banyak media cetak yang mengikuti jejak menerbitkan epaper.

Sebagian besar media cetak ini menggunakan aplikasi softpressmedia, pressmart dan issuu untuk men-digital-kan koran mereka. Mau mencoba menikmati? Ini dia daftar epaper surat kabar harian di Indonesia :

1. Kompas
2. Media Indonesia
3. Koran Tempo
4. Suara Merdeka
5. Pontianak Post
6. Jawa Pos
7. Republika
8. Riau Pos
9. Kaltim Pos
10. Pikiran Rakyat
11. Tribun Timur
12. International Bali Post
13. Pos Kota
14. Banjarmasin Post
15. Solo Pos
16. Sumut Pos
17. Batam Pos
18. Bangka Pos
19. Bali Post
20. Rakyat Aceh

Sebenarnya masih ada lagi, anda mau menambahkan?

Tambahan:
Jawa Pos: httt://virtual.jawapos.co.id
Koran Kontan (www.kontan.co.id/index.php/epaper)

SUMBER : BLOG

Keutamaan Shalawat Kepada Nabi

Sesungguhnya Shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam memiliki kedudukan yang tinggi di dalam hati setiap muslim, dan bershalawat merupakan bagian dari perintah Allah Subhanahu waTa’ala, artinya, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah dengan penuh penghormatan.”(QS. Al-Ahzab: 56)

Ibnu Katsir rahimahullaah berkata, “Maksud dari ayat ini adalah, bahwa Allah Subhanahu waTa’ala mengabarkan kepada para hamba-Nya, tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di sisi-Nya dan di sisi para makhluk yang tinggi (Malaikat). Dan bahwasanya Allah Subhanahu waTa’ala memuji beliau di hadapan para Malaikatnya, dan para Malaikat pun bershalawat kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam. Kemudian Allah Subhanahu waTa’ala memerintahkan penduduk bumi untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam, supaya terkumpul pujian terhadap beliau dari peghuni dua alam, alam atas (langit) dan alam bawah (bumi) secara bersama-sama.”(Tasir Ibnu Katsir Jilid 3 hal 514)

Makna Shalawat Kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam

Abu ‘Aliyah rahimahullah berkata, “Shalawat Allah atas Nabi adalah pujianNya kepada beliau di hadapan para MalaikatNya, shalawat Malaikat kepada beliau adalah do’a (maksudnya: bahwa para Malaikat memohon kepada Allah tambahan dari pujian Allah kepada Nabi).”

Ibnu‘Abbas radiyallaahu ‘anhuma berkata, “ يصلون/mereka bershalawat, maksudnya adalah mereka mendoakan untuk beliau keberkahan.” (Shahih al-Bukhari Kitab Tafsir bab:10)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, ”Makna shalawat Allah atas Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah pujianNya terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan penjagaanNya terhadap beliau, penampakkan kemuliaan, keutamaan dan kehormatan beliau. Dan shalawat kita kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah, kita memohon kepada Allah tambahan di dalam pujianNya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, dan penampakkan kemuliaan, keutamaan dan kehormatan beliau serta kedekatan beliau kepada Allah.” (Jalaa’ul Afhaam, hal 261-262)

Hukum Shalawat Kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam

Shalawat terhadap Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah wajib atas setiap muslim, baligh (dewasa menurut kacamata agama) dan berakal, sekali seumur hidup. Adapun selain itu (selain shalawat yang sekali) adalah sunnah yang dianjurkan. (asy-Syifaa, oleh al-Qadhi ‘Iyadh jilid 2 hal 62)

Keutamaan Shalawat Kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam

Banyak sekali hadits yang menjelaskan tentang keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku satu shalawat, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh.” (HR. Muslim, hadits no.408)

Dari Abu Darda radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sepuluh kali di waktu pagi dan sore, maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat.” (Hadis hasan, Shahih al-Jami’ oleh al-Albani hadits no.6357)

Peringatan Terhadap Orang Yang Meninggalkan Shalawat Secara Sengaja

Imam at-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Terhinalah seseorang yang namaku disebut di sisinya, tetapi dia tidak bershalawat kepadaku.” (hadits shahih, Shahih at-Tirmidzi hadits no.2870)

Beliau juga meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang bakhil (kikir) adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku.” (hadits shahih, Shahih at-Tirmidzi hadits no.2811)

Beliau juga meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk di sebuah majelis, yang mereka tidak menyebut nama Allah di dalamnya dan juga tidak bershalawat kepada Nabinya, kecuali hal itu menjadi kerugian dan penyesalan, maka kalau Allah menghendaki Dia akan mengadzabnya dan apabila menghedaki Dia akan mengampuni mereka.” (hadits shahih, Shahih at-Tirmidzi hadits no.2691)

Bentuk Shalawat Kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam

Di antara bentuk Shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang paling shahih, yaitu:

Asy-Syaikhan (al-Bukhari dan Muslim rahimahumallah) meriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam keluar kepada kami, maka kami berkata, “Wahai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, kami telah mengetahui, bagaimana mengucapkan salam kepada engkau. Maka bagaimana kami bershalawat kepada engkau?” Beliau berkata, “Ucapkanlah oleh kalian:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدِ، الَلَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّد، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. [البخاري حديث 6357، ومسلم حديث 406

Waktu-waktu yang Disunnahkan untuk Mengucapkan Shalawat

Para ulama menyebutkan ada waktu-waktu dan kondisi-kondisi yang disunahkan untuk bershalawat, dan mungkin secara singkat penjelasannya sebagai berikut:
1. Setelah mendengar dan mengikuti ucapan muadzin ketika adzan.

2. Ketika masuk dan keluar masjid.

3. Setelah tasyahud (tahiyat) akhir di dalam shalat.

4. Setelah doa qunut.

5. Di dalam shalat Jenazah setelah takbir yang kedua.

6. Sebelum dan sesudah berdoa.

7. Ketika berkhutbah jum’at, I’ed, Istisqa dan lain-lain (khusus bagi khatib).

8. Ketika disebut nama beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam.

9. Ketika berada di Shafa dan Marwah bagi orang yang sedang Haji atau Umrah.

10.Hari jum’at.

11.Ketika pagi dan sore.

12.Ketika menutup sebuah majelis atau pertemuan (taklim, kajian, pelajaran dll).

13.Ketika menyampaikan pelajaran dan ketika selesainya.

14. Di antara takbir-takbir dalam shalat I’ed (Asy-Syifaa, oleh al-Qadhi ‘Iyadh, dan Jalaaul Afham).

Buah Shalawat Kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyebutkan secara garis besar tentang buah dari shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:
1. Shalawat termasuk bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu waTa’ala

2. Sebab untuk mendapatkan kebaikan, dinaikkan derajat dan penghapusan dosa.

3. Mendapat Syafa’at beliau pada hari kiamat.

4. Sebab untuk mendapatkan kedekatan dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hari kiamat.
5. Sebab shalawat (do’a) Allah dan Malaikat kepada kita.

6. Sebab dikabulkannya do’a.

7. Sebab pengampunan dosa dan pengusir kegundahan.

8. Sebab untuk mendapatkan majelis yang baik (berkah).

9. Menghindarkan sifat bakhil dari orang yang bershalawat.

10.Sebab untuk melanggengkan dan meningkatkan cinta kita kepada Nabishallallaahu ‘alaihi wasallam.

11.Terkandung di dalamnya syukur, dan pengakuan terhadap nikmat Allah.

12.Sebab untuk mendapatkan berkah bagi jiwa, umur dan amalannya dan sebab kebaikannya (Jalaaul Afham hal. 612-626)

JIKA ADA HAJAT KHUSUS UNTUK MENGAMALKAN NYA SILAHKAN HUBUNGI= KI AGENG WAHDAH (FKPPAI: FORUM KOMUNIKASI PARANORMAL DAN PENYEMBUH ALTERNATIF INDONESIA) HP : +6281533188336 (DALAM&LUAR NEGERI)

Kumpulan Hadits Sedekah

1. Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
2. Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
3. Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
4. Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
5. Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
6. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)
7. Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
8. Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)
9. Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) /menjemput rezeki
10. Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) /penolak bala/menyembuhkan penyakit
11. Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
12. Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
13. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
14. Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
15. Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
16. Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
17. Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)
18. Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)
19. Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
20. Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Penjelasan:
Perhitungan perputaran tahun (haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun Hijriyah.

1. Tentang sodaqoh yang seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda: “Baginya sodaqoh dan bagi kami itu adalah hadiah.” (HR. Bukhari)
2. Allah Ta’ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga rumah tanggaku untuk menerima sodaqoh. (HR. Ibnu Saad)

Penjelasan:
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh tetapi mau menerima hadiah.

1. Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
2. Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
3. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)
4. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

sumber: 1100 Hadits Nabi SAW Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) –
Karya Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press: