Galaxy Y, Ponsel Android Ekonomis dari Samsung

Dari namanya saja bisa terlihat Samsung menyasar kaum muda di Samsung Galaxy Y (Young). Smartphone ini diperkenalkan Samsung ke Indonesia pada akhir tahun lalu . Samsung merilis dua model untuk ponsel ini, yaitu versi GSM dan CDMA. Kompas.com mendapat kesempatan mencoba Galaxy Y versi CDMA. Berikut ulasannya: Desain Sebagai ponsel yang ditujukan untuk anak muda, Samsung pun mendandani ponsel tersebut khas remaja. Tampilannya pun sederhana. Terkesan minimalis, tetapi tidak meninggalkan kesan elegan untuk digenggam. Meski berada di jajaran ponsel entry level, Galaxy Y sudah memakai desain khas ponsel pintar ( smartphone ) ala Samsung. Di bagian muka ada speaker , layar, dan dua sensitive touch button yang mengapit tombol”Home”di tengah. Di sisi kanan ada colokan daya dan di kiri ada dua tombol pengatur volume, sementara colokan microUSB dan audio 3,5 mm terletak di sisi atas. Mikrofon dan kait pembuka casing belakang ada di sisi bawah. Uniknya, Samsung menawarkan Galaxy Y ini dengan baluran bahan plastik dan warna silver semi metalik. Casing belakangnya ada baluran kontur titik yang memudahkan genggaman tangan, terutama saat pengguna berkeringat. Di sisi belakang ini juga ada lensa kamera dan speaker . Fitur Ponsel ini dipersenjatai dengan sistem operasi Android 2.3 (Gingerbread) dengan personalisasi antarmuka TouchWiz khas Samsung. Pengguna bisa dengan mudah mengkustomisasi widget sesuai dengan keinginan atau bisa melakukan pintasan ( shortcut ) menuju aplikasi yang sering dipakai. Meski hanya memiliki ukuran layar 3,2 inci dengan resolusi 240 x 320 piksel , ponsel ini pun masih nyaman digunakan untuk mengetik meski papan ketik yang disediakan berupa papan virtual. Selain beragam aplikasi bawaan Google, Samsung juga menyertakan aplikasi Social Hub dan Samsung Apps sehingga pengguna bisa melakukan komunikasi pesan instan ataupun mengunduh aplikasi dari Samsung Apps. Fasilitas pengolah dokumen dipercayakan pada QuickOffice meski hanya dapat membaca saja, tidak dapat mengedit dokumen. Beragam aplikasi permainan pun bisa diunduh dari Android Market ataupun Samsung Apps, meski pengguna hanya dapat memainkan permainan 2D. Di sisi browser, saat menjajal internet dengan kartu Esia, ternyata kecepatannya bisa dibilang di atas rata-rata, terutama di kota atau wilayah yang tersedia akses kartu tersebut. Begitu juga untuk melihat video di YouTube atau konten yang mendukung Flash bisa dibuka dengan proses buffering yang lumayan cepat. Pengguna juga bisa menjajal koneksi WiFi. Prosesor single core 883Mhz dan dan RAM sebesar 290MB cukup mumpuni untuk membuka aplikasi yang dibutuhkan secara cepat. Konektivitasnya juga mendukung HSDPA dan Bluetooth 3.0. Multimedia Ponsel ini sudah dibekali dengan fasilitas musik 5.1 surround yang bisa diaplikasikan ketika menggunakan earphone. Suaranya akan tampak lebih bagus jika menggunakan modus normal dan bisa mengonfigurasi ekualiser yang telah disediakan. Pengguna juga bisa menikmati radio meski harus mencolokkan earphone untuk mendapatkan sinyal radionya. Samsung Galaxy Y juga dilengkapi dengan pemutar video yang mampu memainkan video dengan format 3GP/MP4. Untuk bisa menjelajah, ponsel ini juga sudah dilengkapi GPS. Kameranya sudah mendukung resolusi 2MP yang dapat mengambil gambar dengan resolusi maksimal sebesar 1.600 x 1.200 piksel meski belum memiliki lampu kilat dan fokus otomatis. Sementara kualitas videonya bisa merekam dengan kualitas QVGA berkecepatan 15 fps. Karena belum tersedia mode malam, kamera yang difungsikan pada waktu malam akan terkesan kurang bagus dan gambar terkesan pecah. Dengan harga sekitar Rp 1 jutaan, ponsel Samsung Galaxy Y ini layak beli. Meski ponsel ini berjaringan CDMA, kualitas untuk mengunduh data (baik mengunduh maupun mengunggah) pun bisa diandalkan dengan kartu dari operator CDMA yang ada. Jika hanya dipakai untuk telepon dan SMS dengan aktivitas normal, baterai ponsel berkapasitas 1.200 mAh ini bisa bertahan hingga seharian. Namun, apabila digunakan untuk mengakses internet dan fitur-fitur lainnya, ponsel ini hanya akan bertahan maksimal 6 jam. Kesimpulan: (+) Harga terjangkau (+) Desain minimalis, tetapi tetap elegan dan gampang digenggam (+) Prosesor mumpuni (+) Foto dan video standar, tetapi tetap memuaskan (-) Papan ketik virtual, bagi yang memiliki jari besar mungkin agak kerepotan (-) Desain lumayan tebal.

Advertisements

Peneliti Temukan Galaksi Terbesar di Alam Semesta

Sebuah kluster galaksi terbesar di alam semesta ditemukan oleh astronom. Para astronom yang melaporkan temuan ini pada pertemuan Komunitas Astronomi Amerika ke-219 menambahkan galaksi tersebut masih terus bertambah besar. Para astronom menggunakan Teleskop Kosmologi Atamaca di Cile untuk menemukan galaksi yang diberi nama El Gordo atau dalam bahasa Spanyol berarti Si Gemuk untuk galaksi ini. Galaksi itu berjarak tujuh miliar tahun cahaya dan berukuran dua miliar kali lebih besar dari matahari. Dua kali lebih besar dibandingkan galaksi sejenis dalam jarak yang sama, El Gordo mewakili sebuah kluster galaksi yang baru separuh terbentuk. Dua kluster galaksi yang lebih kecil di dekatnya juga ditemukan dan akan membantu pengungkapan usia galaksi raksasa ini. Sebuah tim kemudian menggunakan Teleskop Hubble untuk menunjukkan sejumlah proses pembentukan galaksi jarak jauh yang dikenal dengan nama protokluster. Cahaya yang terlihat dari El Gordo diyakini sudah terbentuk sejak 13 miliar tahun lalu di saat alam semesta baru berusia 650 juta tahun. “Temuan ini sangat luar biasa karena kami menyaksikan kelahiran sebuah kluster galaksi masa depan,”kata Michele Trenti dari Universitas Colorado. Di penghujung evolusi spektrum kluster itu, William Dawson dan tim Universitas California Davis menggunakan teleskop Hubble dan Chandra untuk menyaksikan tahap tabrakan terakhir kluster galaksi yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Dua galaksi terpisah dari dua kluster berbeda saling bertumbukan dan tetap melintas. Namun, gas tipis sebagai hasil tumbukan itu tetap berada di tempat tumbukan. Dawson mengatakan penemuan struktur terbesar di alam semesta merupakan awal untuk dapat mempelajari alam semesta lebih jauh. “Setiap kemajuan dalam pemahaman kita tentang alam semesta adalah hasil langsung pemahaman bagaimana semua ini berubah bersama waktu,”kata Dawson. Pada akhirnya, kata Dawson, pengetahuan ini akan mengungkap proporsi relatif energi dan materi gelap untuk membantu memperkirakan ukuran El Gordo di kemudian hari.”El Gordo masih akan terus berkembang,”kata Profesor Huges. Sebelumnya, seperti yang diberitakan Straits Times (19/11/2010), para astronom mengaku telah menemukan sebuah planet yang panas yang dipenuhi materi gas, sedang mengorbit dengan cepat di antara bintang-bintang di galaksi . Ilmuwan perbintangan mengklaim jika penemuan planet yang berasal dari luar galaksi ini merupakan yang pertama kali. Planet luar ini ditemukan oleh para astronom dari Max Planck Institute. Planet ini memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran Jupiter. Padahal Jupiter merupakan planet paling besar di tata surya. Belum lagi, planet terluar itu mengorbit di jarak 2.000 tahun cahaya dari bumi, dan diperkirakan akan masuk ke dalam jajaran galaksi bima sakti. (bbc/straitstimes)

Peneliti Temukan Galaksi Terbesar di Alam Semesta

Sebuah kluster galaksi terbesar di alam semesta ditemukan oleh astronom. Para astronom yang melaporkan temuan ini pada pertemuan Komunitas Astronomi Amerika ke-219 menambahkan galaksi tersebut masih terus bertambah besar. Para astronom menggunakan Teleskop Kosmologi Atamaca di Cile untuk menemukan galaksi yang diberi nama El Gordo atau dalam bahasa Spanyol berarti Si Gemuk untuk galaksi ini. Galaksi itu berjarak tujuh miliar tahun cahaya dan berukuran dua miliar kali lebih besar dari matahari. Dua kali lebih besar dibandingkan galaksi sejenis dalam jarak yang sama, El Gordo mewakili sebuah kluster galaksi yang baru separuh terbentuk. Dua kluster galaksi yang lebih kecil di dekatnya juga ditemukan dan akan membantu pengungkapan usia galaksi raksasa ini. Sebuah tim kemudian menggunakan Teleskop Hubble untuk menunjukkan sejumlah proses pembentukan galaksi jarak jauh yang dikenal dengan nama protokluster. Cahaya yang terlihat dari El Gordo diyakini sudah terbentuk sejak 13 miliar tahun lalu di saat alam semesta baru berusia 650 juta tahun. “Temuan ini sangat luar biasa karena kami menyaksikan kelahiran sebuah kluster galaksi masa depan,”kata Michele Trenti dari Universitas Colorado. Di penghujung evolusi spektrum kluster itu, William Dawson dan tim Universitas California Davis menggunakan teleskop Hubble dan Chandra untuk menyaksikan tahap tabrakan terakhir kluster galaksi yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Dua galaksi terpisah dari dua kluster berbeda saling bertumbukan dan tetap melintas. Namun, gas tipis sebagai hasil tumbukan itu tetap berada di tempat tumbukan. Dawson mengatakan penemuan struktur terbesar di alam semesta merupakan awal untuk dapat mempelajari alam semesta lebih jauh. “Setiap kemajuan dalam pemahaman kita tentang alam semesta adalah hasil langsung pemahaman bagaimana semua ini berubah bersama waktu,”kata Dawson. Pada akhirnya, kata Dawson, pengetahuan ini akan mengungkap proporsi relatif energi dan materi gelap untuk membantu memperkirakan ukuran El Gordo di kemudian hari.”El Gordo masih akan terus berkembang,”kata Profesor Huges. Sebelumnya, seperti yang diberitakan Straits Times (19/11/2010), para astronom mengaku telah menemukan sebuah planet yang panas yang dipenuhi materi gas, sedang mengorbit dengan cepat di antara bintang-bintang di galaksi . Ilmuwan perbintangan mengklaim jika penemuan planet yang berasal dari luar galaksi ini merupakan yang pertama kali. Planet luar ini ditemukan oleh para astronom dari Max Planck Institute. Planet ini memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran Jupiter. Padahal Jupiter merupakan planet paling besar di tata surya. Belum lagi, planet terluar itu mengorbit di jarak 2.000 tahun cahaya dari bumi, dan diperkirakan akan masuk ke dalam jajaran galaksi bima sakti. (bbc/straitstimes)

Inilah Kalender Hujan Meteor Sepanjang 2012

Bagi pencinta fenomena angkasa, tentu selalu menantikan datangnya hujan meteor. Peristiwa ini memang terjadi setiap tahun. Namun ada baiknya Anda mengantongi kalender hujan meteor untuk tahun 2012. Hujan meteor yang ditampilkan adalah yang memiliki kemungkinan bisa dilihat di langit dengan jumlah meteor yang dihasilkan 10 atau lebih per jam. Nah, catat baik-baik tanggal puncak terjadinya hujan meteor seperti dikutip dari space.com, Rabu (28/12/2011). 1. Hujan meteor Quadrantids puncaknya terjadi pada 4 Januari. Jumlah meteor yang bisa disaksikan per jamnya adalah 120. 2. Hujan meteor Lirids puncaknya terjadi pada 22 April. Jumlah meteor yang bisa disaksikan adalah 20 per jam. 3. Hujan meteor Pi-Puppids puncaknya terjadi pada 23 April. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 4. Hujan meteor Eta Aquarids puncaknya terjadi pada 6 Juni. Jumlah meteor yang dihasilkan 60 per jam. 5. Hujan meteor June Bootids puncaknya terjadi pada 27 Juni. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 6. Hujan meteor S Delta Aquarids puncaknya terjadi pada 29 Juli. Jumlah meteor yang dihasilkan 20 per jam. 7. Hujan meteor Perseids puncaknya terjadi pada 12 Agustus. Jumlah meteor yang dihasilkan 90 per jam. 8. Hujan meteor Aurigids puncaknya terjadi pada 1 September. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 9. Hujan meteor Draconids puncaknya terjadi pada 8 Oktober. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 10. Hujan meteor Orionids puncaknya terjadi pada 21 Oktober. Jumlah meteor yang dihasilkan adalah 20 per jam. 11. Hujan meteor S Taurids puncaknya terjadi pada 5 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam. 12. Hujan Meteor N Taurids puncaknya terjadi pada 12 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 15 per jam. 13. Hujan meteor Leonids puncaknya terjadi pada 17 November. Jumlah meteor yang dihasilkan 20 per jam. 14. Hujan meteor Alpha-Monocerotids puncaknya terjadi pada 21 November. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 15. Hujan meteor Dec Phoenicids puncaknya terjadi pada 6 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan bervariasi. 16. Hujan meteor Puppid/Velid puncaknya terjadi pada 6 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam. 17. Hujan meteor Geminid puncaknya terjadi pada 14 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 120 per jam. 18. Hujan meteor Ursids puncaknya terjadi pada 22 Desember. Jumlah meteor yang dihasilkan 10 per jam. SUMBER: DETIKNEWS.

Ramalan NASA Yang Selama Ini Disembunyikan

Tahu kah kamu pada tahun 1983, NASA mengorbitkan sebuat Satelit namanya The Infrared Astronomical Satellite (IRAS), yang bertujuan untuk mendeteksi object-object planet yang ada digalaxy kita (http://space.skyrocket.de/indexfram…sdat/iras.htm). Dan hasilnya dari statelit ini menangkap adanya planet baru yaitu NIBIRU atau PLANET X yang akan memasuki Sistem tata surya matahari.
Tapi berita ini disembunyikan oleh NASA, kenapa?

Adanya Ramalan dari pendahulu kita :
Nostradamus ( pakar peramal terkemuka dunia ) : “A big object heading to our planet, it will reach by 2012 but it wont hit us”
Alber Einstein ( tokoh saintis terkenal abad ini ) : “Be careful about Pole Shift (Keterbalikan kutub utara dan selatan yang menyebabkan matahari terbit di sebelah barat) to the earth that can suffer people alot.”
Suku Maya : Meramalkan kehidupan manusia dimulai dari 0.0.0.0.0 yaitu pada 11 Agustus 3114 SM sampai berakhir pada 13.0.0.0.0 yaitu 21 Desember 2012.

Ramalan2 serta fakta ancaman dunia (tahun 2012 – 2024)
Tahu kah kamu pada tahun 1983, NASA mengorbitkan sebuat Satelit namanya The Infrared Astronomical Satellite (IRAS), yang bertujuan untuk mendeteksi object-object planet yang ada digalaxy kita (http://space.skyrocket.de/indexfram…sdat/iras.htm). Dan hasilnya dari statelit ini menangkap adanya planet baru yaitu NIBIRU atau PLANET X yang akan memasuki Sistem tata surya matahari.
Tapi berita ini disembunyikan oleh NASA, kenapa?
1. Nasa Mengclaim pada kejadian itu akan membuat 2/3 Populasi manusia akan musnah
2. Ada 2 Versi orbit PLanet X / Planet Nibiru yang Beredar di NASA dan ESA (European Space Agency)
1st Version
2st Version

Apa efeknya bagi dunia Jika dihantam benda segitu besar? Tsunami setinggi 3-5 KM & bersamaan dengan Gempa Bumi lebih dari 10 SR, kehilangan tekanan udara menyebabkan badai yang besar. Pemberitaan Resmi NASA tentang perubahan Polar System tahun 2012 sudah keluar di web resminya:
http://science.nasa.gov/headlines/y2…ormwarning.htm
http://www.gvnr.com/74/3.htm
Disana dikatakan akan adanya badai besar pada tahun 2012 dan Tsunami besar di tahun 2012, pada wilayah lautan disekitar “Convenyor Belt” & Indonesia adalah bagian dari “Convenyor Belt”. Dan pada web resminya di : http://science.nasa.gov/headlines/y2…r_oldcycle.htm
Pada web itu, Nasa mengatakan bahwa 2012 polar matahari memiliki titik didih yang sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5x lebih besar dari sekarang. (Lihat Kurva sebelah kanan pada tahun 2012).
Kejadian seperti planet Nibiru ini akan selalu terjadi setiap 3600 tahun sekali & sampe sekarang belum ada jalan keluarnya,itulah kenapa NASA sibuk mencari planet baru yang bisa dijangkau manusia hingga sekarang. NASA mengkalim jika hal ini terjadi maka 2/3 Populasi umat manusia akan lenyap.

Jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan dunia akan terjadi, penjarahan dimana-mana, dan global panic. Itu kenapa NASA tutup mulut.

Planet Nibiru dapat dilihat dengan mata kasar pada tanggal 15 May 2009 sebagai object kemerah2an disiang dan malam. Akan terlihat sangat jelas di bumi bagian selatan, seperti australia, new zealand, america latin, dst. Dan pada bulan May 2011, Planet Niburu akan dapat dilihat secara jelas oleh semua penduduk bumi dengan mata telanjang seperti 2 matahari pada siang hari dan 2 bulan pada malam hari. Dan ‘tabrakan’ akan terjadi pada 21 Desember 2012 dan berakhir pada tanggal 14 Februari 2013. Ada 2 versi yaitu tabrakan atau berdekatan dengan bumi (mempengaruhi gravitasi bumi dan menarik asteroid / meteroid memasuki orbit bumi). Apa yang anda siapkan dari tahun sekarang hingga 2012 ?

“Tapi NASA terbaru ini mengatakan bahwa Banyak Video beredar di Youtube adalah HOAX karena Planet Nibiru hanya sampe Asteroid Belt saja tida sampai memasuki orbit bumi : http://2012planetx.info/archives/153”

Kewujudan planet Nibiru serta pembakaran terbuka. Rimba Amazon akan lenyap, kerana berluasnya area pembakaran ladang sewaktu musim kekeringan. Antara tahun 2015 – 2020 rimba belantara Amazon bakal lenyap. Mulai 6 Disember langit berubah memasuki zaman awan hitam, disebut sebagai kabut pekat disebabkan oleh cuaca yang buruk.

Tahun 2013
Penyembuhan kanser berhasil. Penelitian terhadap metode penyembuhan penyakit kanker selain tumor otak dinyatakan berhasil. Pulau Bahama dari kepulauan Hindia barat (dekat kepulauan Karibia), antara tanggal 1 -25 November, letusan gunung berapi bakal berlaku maka terjadinya gempa bumi, sesudah itu juga bakal terjadi tsunami super raksasa setinggi 150 meter, gelombang tsunami setinggi kira-kira 80 meter akan menyapu lautan Karibia, daratan AS, Brazil dan lain-lain juga bakal dihentam masuk jauh ke daratan hingga 15 – 20 km. Sebelum tsunami terjadi, air laut akan surut sedalam 6 meter, sejumlah besar penyu juga akan mulai bergerak.

Tahun 2014
Planet kecil mendekati bumi. Planet kecil ini akan perlahan-lahan mendekati bumi dan ada kemungkinan berlanggaran dengan bumi, kewujudan planet kecil ini akan mempengaruhi permasalahan, iaitu tentang timbul tenggelamnya umat manusia di bumi.

Tahun 2015
Pertengahan November, suhu dunia rata-rata kemungkinan mencapai 59° Celcius, diramalkan kebanyakan orang akan mati kepanasan, menyebabkan kehidupan bumi terganggu dan semakin parah.

Tahun 2016
Pertengahan bulan April terjadinya serangan taufan. Ibu kota di Tiongkok (China) akan mengalami kerosakan, sekitar 1000 orang diramalkan hanyut dalam ribut taufan tersebut. Amerika Syarikat pada saat ini, bakal masuk ruang kegawatan ekonomi darurat, iaitu kegawatan di ambang kematian.

Tahun 2018
Mengenai masalah pendekatan planet kecil ke bumi, para-para pemimpin dari berbagai pemerintah dunia, berkumpul mengadakan perbincangan. Jucelino (professor dari Brasil) pada tahun 2000 sudah meramalkannya tentang planet kecil ini. NASA menamakan planet kecil tersebut “2002NZT7”.

Tahun 2026
Tsunami di San Francisco bakal terjadi setinggi kira-kira 150 meter. Kemudian terjadinya gempa bumi super besar di San Francisco pada bulan June, disebut sebagai “The Big One”, menyebabkan sebahagian besar San Andreas Fault akan diancam. Negara di bahagian California juga turut diancam. Banyak kawah-kawah gunung berapi bakal meletus kembali, ketinggian tsunami juga boleh melebihi 150 meter.

Tahun 2043
Penduduk dunia berkurang secara drastis, terdapat sekitar 80% penduduk tewas di dalam bencana.
Kesimpulan dari petikan ini…
Semua petikan ini hanyalah ramalan serta penyelidikan semata-mata yang dikaji oleh manusia (ilmu itu satu kewajipan).Seperti di dalam surah:

Al-Mujadallah ayat 11
“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman yang mempunyai ilmu diantara kamu dengan beberapa darjat”.
Manusia dibenarkan mencari, mengkaji (apa yang tersirat), membuat ramalan (benda ghaib) atau apa yang bakal berlaku . Tetapi yang namanya bencana dan akhir dunia hanya Allah sahaja yang tahu. Hiduplah sebaik-baiknyanya hari ini seakan-akan besok akan kiamat.

Wallahu’alam

Ditemukan, Asteroid yang Berisiko Hantam Bumi

NASA telah mengidentifikasi 90 persen asteroid raksasa yang berisiko menghantam Bumi, termasuk satu asteroid yang diperkirakan bisa menyebabkan bencana seperti yang menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Meski demikian, ternyata tidak ada satu pun dari asteroid tersebut yang membahayakan Bumi dalam beberapa abad ke depan. “Kita sekarang tahu di mana mereka dan ke mana mereka pergi. Ini benar-benar mengurangi risiko kita untuk dihantam,” kata Amy Mainser dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena dalam konferensi pers, Kamis (29/9/2011).

Salah satu asteroid raksasa yang terbesar memiliki diameter 1.000 meter. Jumlah asteroid raksasa yang ditemukan ada 911 buah dari 981 buah yang diperkirakan ada.

Selain berhasil mengidentifikasi 90 persen asteroid raksasa, NASA juga berhasil mengetahui bahwa asteroid-asteroid berukuran sedang berjumlah 44 persen lebih sedikit dari yang diperkirakan. Ilmuwan belum menemukan asteroid sedang yang bisa menghancurkan kota metropolitan. Meski demikian, ditegaskan bahwa lebih sedikit bukan berarti tak ada ancaman. “Lebih sedikit bukan berarti tidak ada. Masih banyak yang harus ditemukan di luar sana,” kata Mainser seperti dikutip AP.

Sebelumnya diperkirakan ada sekitar 30.000 asteroid ukuran sedang. Namun, perhitungan terakhir hanya mendapati sekitar 19.500 asteroid. Jumlah asteroid dengan ukuran diameter 100-1.000 meter yang telah ditemukan saat ini ada 5.200 buah.

Informasi terbaru mengenai jumlah asteroid ini berasal dari hasil observasi wahana antariksa Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) yang diluncurkan pada 2009. Wahana antariksa ini bertugas mencari obyek dekat Bumi, galaksi, bintang, dan obyek target kosmos lainnya. Tak seperti wahana antariksa lainnya, WISE bisa mendeteksi obyek gelap dan terang sehingga bisa memberikan data lebih akurat.

WISE mengambil sampel asteroid dengan berbagai ukuran, lalu memperkirakan jumlah populasi yang ada sebenarnya. WISE tidak dilengkapi dengan perangkat pendeteksi jutaan asteroid ukuran mini yang berpotensi menghantam Bumi.

Saat ini, WISE sedang ada dalam kondisi “hibernasi” atau tak beraktivitas mendeteksi obyek dekat Bumi apa pun. Dengan keberhasilan mengidentifikasi asteroid ini, NASA berhasil mencapai target yang ditetapkan kongres pada 1998. Saat ini, NASA menyusun target untuk menemukan 90 persen dari asteroid-asteroid yang ada yang berukuran sekitar 150 meter. Dikatakan, proyek ini sudah berjalan 35 persen.

SUMBER : KOMPAS

DITEMUKAN PLANET BERLIAN DARI BINTANG MATI

Astronom berhasil menemukan planet berlian yang terbentuk dari bintang mati. Planet tersebut mengorbit pulsar bernama PSR J1719-1438. Pulsar adalah bintang kecil yang berputar cepat dan mengemisikan gelombang radio. Penemuan planet ini dipublikasikan di jurnal Science, Kamis (25/8/2011).

Penemuan ini merupakan yang ketiga sejak 1800 di mana didapatkan planet yang mengorbit sebuah pulsar. Hal yang istimewa dari planet ini ialah ukurannya. Maksimal, planet berukuran 40 persen Jupiter. Jika lebih besar, planet pasti sudah masuk di medan gravitasi bintangnya dan musnah sebelum ditemukan. Namun, meski berukuran kecil, planet ini memiliki massa lebih besar dari Jupiter. Hal ini memberi petunjuk akan asal-usul planet yang dipercaya mayoritas memiliki kandungan oksigen dan karbon.

Planet ini ditemukan setelah pulsarnya ditemukan lebih dulu. Pulsar ditemukan pada tahun 2009 oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Matthew Bailes dari Swinburne University of Technology di Melbourne dengan teleskop Parkes di New South Wales. Sebulan kemudian, tim ilmuwan itu melihat bahwa ada “gangguan” ketika mengamati pulsar, menandakan adanya planet yang mengorbit pulsar tersebut.

Keberadaan planet itu kemudian dikonfirmasi oleh teleskop yang lebih besar di Inggris dan Amerika Serikat. Planet diketahui mengorbit pulsar dengan periode 2 jam 10 menit saja. Jarak antara planet dan pulsar adalah 600.000 km. Diameter planet lebih kurang hanya 60.000 km. Para astronom percaya, planet adalah inti dari bintang besar yang telah mati.

Bagaimana bintang kemudian bisa menjadi planet berlian? Prosesnya sedikit rumit. Seperti yang diuraikan di Space, Kamis (25/8/2011), pulsar dan planet mulanya adalah 2 bintang yang saling mengorbit di sebuah sistem bintang ganda. Ketika salah satu bintang menua dan meledak, ia menjadi bintang merah raksasa dan kemudian berubah menjadi bintang katai putih.

Planet lain mulai mengisap materi dari planet itu. Planet lain itulah yang menjelma menjadi pulsar PSR J1719-1438. Semakin banyak materi yang diisap, pulsar tersebut berputar semakin cepat. Astronom mengatakan, pulsar bisa berputar 10.000 kali dalam 1 menit sehingga disebut pulsar milidetik. Massa pulsar milidetik alias si PSR J1719-1438 adalah 1,4 kali Matahari dan berdiameter 20 km. Biasanya, bintang katai putih tetap akan mengorbit pulsar, tetapi bisa juga bintang ini “dimakan” olehnya.

Dalam kasus bintang berlian, inti dari katai putih gagal “bersatu” dengan pulsar. “Ketika jarak antara pulsar dan katai putih sangat dekat, katai putih kehilangan banyak materialnya dan terlempar keluar di zona aman dari radius bintang,” kata Bailes. Akhirnya, terciptalah planet yang sebenarnya adalah inti dari bintang.

Dari bintang menjadi planet diketahui bahwa jumlah materi yang hilang adalah 99,9 persen. Lalu, apakah planet berlian ini cemerlang layaknya berlian? “Ini sangat spekulatif. Tetapi, jika Anda menyinarinya, saya rasa tak ada alasan bagi planet ini untuk tidak cemerlang seperti berlian,” kata Travis Metcalfe dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado. Kabar buruknya, sangat sulit untuk menjangkau planet berlian ini karena berjarak 4.000 tahun cahaya di konstelasi Serpens.

SUMBER : KOMPAS.COM