Ijazah Sarjana Bisa Jadi Agunan Wirausaha

Anda ingin memulai usaha sendiri? Kini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah siap menampung sarjana calon wirausahawan muda. Untuk mendapatkan modal, para sarjana dapat memanfaatkan ijazah sebagai agunan.

Ijazah Sarjana Bisa Jadi Agunan Wirausaha

Demikian penuturan Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan pada hari Jumat Tgl 12 Februari 2010 di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya. “Berapa pun jumlah sarjana kami akan menampung. Mereka tinggal menyampaikan proposal. Jika proposal itu visible dan layak secara bisnis, maka mereka langsung kami beri modal,” ucapnya.

Untuk wilayah Jatim, Kementerian Urusan Koperasi dan UKM siap menampung sekitar 1.000 sarjana tahun 2010 ini. Fasilitas kewirausahaan bagi mahasiswa sangat penting. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Braman Setyo, saat ini di Jatim terdapat 57.000 sarjana yang masih menganggur.

Anda bisa menghubungi Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di :

Website: http://www.depkop.go.id

Telp: +6221-5204366-74, 52992999, 52992882

Faks: +6221-5204383, 5204378

Seleksi Wirausaha Mahasiswa

Secara terpisah. Mendapati tingginya tingkat kegagalan program wirausaha mahasiswa seperti terjadi di Universitas Gadjah Mada yang mencapai 60 persen pada 2009, sistem seleksi penerima hibah perlu diperketat. Pengetatan ini diperlukan untuk memberikan hibah kepada mahasiswa yang sungguh-sungguh ingin berwirausaha.

Karena ketatnya seleksi itu, tingkat keberhasilan wirausaha mahasiswa di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY mencapai 70 persen. “Sebanyak 70 persen itu yang masih jalan sampai sekarang, beberapa di antaranya sudah mulai bisa mengembalikan modal,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Budi Santosa Wignyosukarto, Rabu (10/2).

Karena keberhasilan ini, Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) yang dikucurkan mencapai Rp 1,25 miliar. Jumlah ini meningkat dari dana tahun 2008 sebesar Rp 1 miliar yang dibagi kepada 61 kelompok yang telah lolos seleksi.

Salah satu usaha yang dinilai paling berhasil di Kopertis Wilayah V Yogyakarta adalah perkebunan tanaman untuk bahan parfum oleh mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Sampai saat ini belum diketahui jumlah usaha yang masih mempunyai potensi terus berkembang.

Seleksi ketat dilakukan di Kopertis Wilayah V DIY, salah satunya karena jumlah peminat melebihi kuota yang tersedia. “Proposal yang masuk ada 233 proposal, setelah seleksi keluar 61 kelompok,” kata Budi.

Bangkrut

Evaluasi Center of Entrepreneurship Development (CED) UGM menyebutkan, dari 62 kelompok wirausaha mahasiswa UGM penerima modal usaha pemerintah, hanya 24 kelompok yang berhasil dan masih berpotensi mengembangkan usahanya. Sebanyak 38 kelompok lain gagal karena usahanya tidak berpotensi berkembang atau stagnan. Dari kelompok yang gagal ini, tiga usaha bangkrut, sedangkan enam lainnya gulung tikar.

“Sisanya masih buka, tetapi usahanya stagnan, tidak ada potensi mengalami kemajuan,” kata Ketua Bidang Kompetisi CED UGM Ibnu Wahid FA.

Menurut Ibnu, faktor utama kegagalan adalah minimnya keterampilan dan konsep wirausaha. Salah satu usaha yang gagal itu adalah peternakan bebek dan usaha pembuatan makanan kecil. Kedua usaha ini gulung tikar sebelum modal usaha sempat kembali.

Usaha-usaha yang berhasil umumnya berkonsep sederhana, tetapi inovatif. Restoran Jepang Hotaru karya Saiqa Ilham Akbar BS misalnya.

Usaha yang mempunyai dua cabang ini menggabungkan konsep restoran dengan pusat suvenir Jepang. Selain menyediakan makanan khas Jepang, restoran ini juga menjual berbagai pernak-pernik dan pakaian khas Jepang.

Ibnu mengatakan, tahun 2009, UGM menerima kucuran dana hibah sebesar Rp 2 miliar dari PWM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dari jumlah ini, hanya Rp 1 miliar yang terserap untuk modal usaha mahasiswa karena tidak banyak peserta mendaftar.

AYO BERWIRAUSAHA!

Advertisements