Mengantisipasi Dampak El-Nino 2009

Mengantisipasi Dampak El-Nino 2009

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakiraan pada bulan Mei 2009 terjadi perubahan dari kondisi netral La-Nina menuju El-Nino. Diprakirakan El-Nino akan terus meningkat intensitasnya dan berlangsung hingga Awal Tahun 2010. Bagaimana cara mengantisipasinya agar produksi padi nasional tidak terkena dampaknya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Departemen Pertanian Ati Wasiati mengatakan Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam yang disebabkan oleh dampak fenomena iklim.

”Variabilitas dan perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global (global warming) akan mengakibatkan risiko yang lebih tinggi, dan diperkirakan sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian di masa yang akan datang,” tambahnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan awal musim kemarau (MK) 2009. Bulan Mei, MK telah terjadi di wilayah Bali, NTB, NTT, dan sebagian besar Sumatera dan Jawa. Bulan Juni, diprakirakan MK terjadi di sebagian kecil Sumatera dan Jawa, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi serta sebagian Maluku dan Papua. Bulan Juli diprakirakan MK terjadi di Sulawesi, sebagian kecil Kalimantan dan Papua. Pada bulan Agustus seluruh wilayah Indonesia telah memasuki MK 2009.

Fenomena La-Nina berlangsung hingga bulan Maret 2009, dan menuju Netral pada bulan April 2009. Tetapi pada bulan Mei 2009 terjadi perubahan dari kondisi Netral La-Nina menuju El-Nino. Diprakirakan El-Nino akan terus meningkat intensitasnya dan berlangsung hingga Awal Tahun 2010. Dampak El-Nino Tahun 2009 diprakirakan akan mengurangi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali wilayah Sumatera, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Pengurangan hujan tersebut lebih kecil dibanding wilayah Indonesia lainnya.

Fenomena El-Nino Tahun 2009 yang diprakirakan akan berlangsung hingga awal Tahun 2010 akan mengakibatkan Awal Musim Hujan 2009/2010 di sebagian besar wilayah Indonesia akan mundur.

Mirip Tahun 2006
Tahun 2009 kondisi iklim mirip dengan kejadian tahun 2001 yaitu musim kemarau basah akibat adanya La-Nina lemah. Tahun 2002 La-Nina lemah bergeser ke kondisi netral dan menuju El-Nino lemah, dan menguat pada tahun 2003. Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya kekeringan pada tahun 2002 dan 2003.