MUR DAN BAUT JEMBATAN SURAMADU DIJARAH WARGA


SURABAYA-MI: Tujuh hari setelah Jembatan Suramadu diresmikan, penjarahan terhadap fasilitas jembatan terjadi. Banyak mur dan baut Suramadu hilang akibat dijarah warga.

Dari pantauan Media Indonesia, Rabu (18/6), mur dan baut banyak yang hilang banyak dijumpai di sisi Surabaya menuju Madura atau menjelang jembatan bentang tengah.

Selain hilang, mur dan baut juga banyak yang nyaris terlepas dari tempatnya. Padahal, ukuran baut maupun mur cukup besar dan menancap ke sedalam 10 centimeter.

Hilangnya mur dan baut di beberapa titik di Jembatan Suramadu itu membahayakan bagi pengguna sepeda motor. Pasalnya, bila terjadi kecelakaan dan terjadi benturan pagar bisa patah sehingga bisa tercebur ke laut.

Beberapa pengguna Jembatan Suramadu yang ditemui Media Indonesia mengaku prihatin dengan temuan tersebut. Apalagi, jembatan ini baru berumur tujuh hari sejak diresmikan.

”Perlu ada tindakan tegas bagi mereka yang sengaja mencurimur dan baut tersebut. Ini demi keselamatan penguna kendaraan,” kata Wasthomi warga Surabaya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung mengatakan pengamanan aset di jembatan dari aksi pencurian itu termasuk tugas dari operator (PT Jasa Marga). Ini karena pemerintah juga memasukkan operator sekaligus dalam ruang lingkup pengamanan.

”Yang paling penting saya kira adalah kita harus mulai menghargai barang publik. Barang publik itu kan bukan untuk dicuri, karena merupakan milik kita bersama. Seyogyanya harus kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol dan Suramadu, Agus Purnomo menjelaskan, untuk mengantisipasi aksi kriminal di sekitar jembatan, pihaknya akan memasang alat closed circuit television (CCTV). Tapi, sayangnya pemasangan CCTV ini baru bisa dilakukan enam bulan ke depan.

Advertisements