WAKASAL TINJAU LOKASI SELAM MASSAL PEMECEHAN REKOR DUNIA “GUINNESS WORLD RECORD”

Manado, 13 Agustus 2009,- Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik, M.PA meninjau lokasi dan persiapan selam massal di pantai Malalayang, Manado Sulawesi Utara, Kamis (13/8). Pada kesempatan tersebut Wakasal Laksdya TNI Moekhlas Sidik, M.PA menyaksikan registrasi ulang para peserta selam massal yang akan memecahkan rekor dunia Guinness World Rekord tersebut.

Untuk sementara telah terdaftar dan berada di Malalayang baik personel maupun peralatannya tercatat 2.574 penyelam dengan rincian terdiri dari pasukan sebanyak 2.534, VIP 18 penyelam dan partisipan manca negara 22 penyelam.

Seusai meninjau kesiapan penyelaman, Laksdya TNI Moekhlas Sidik, MP yang akan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pemecahan rekor dunia baik selam massal terbanyak maupun selam massal upacara hari kemerdekaan RI yang ke-64 di bawah permukaan laut, melaksanakan latihan selam selama kurang lebih 25 menit yang didampingi Komandan Upacara Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) serta ikut pula Komandan Lantamal VIII Manado Laksamana Pertama TNI Willem Rampangile.

Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E. menjelaskan bahwa dalam rangka “Sail Bunaken 2009”, TNI Angkatan Laut telah merencanakan berbagai perhelatan akbar, antara lain yang paling spektakuler adalah selam massal. Kegiatan yang bertaraf internasional ini, telah mengerahkan sebanyak 2.574 penyelam profesional sebagai salah satu upaya pemecahan rekor dunia selam massal dalam sejarah “Guinness World Record” serta upacara pengibaran bendera merah putih tepat pada detik-detik Proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau “Independence Day” ke-64 di bawah permukaan laut pada kedalaman 10 s.d 15 meter selama kurang lebih 25 menit.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa yang paling spektakuler dari sejumlah event Sail Bunaken’09 adalah selam massal untuk memecahkan recor dunia “Guinness World Record” selam massal terbanyak dan upacara “Independence Day” di dasar laut yang diharapkan dapat menciptakan rekor dunia baru “Guinness World Record”. dengan keberhasilan mengibarkan bendera RI di bawah laut tersebut, maka indonesia akan memegang dua rekor dunia Guinness World Record yaitu selam massal terbanyak dan upacara hari kemerdekaan di bawah permukaan laut.

Para peserta terdiri dari prajuritTNI dan Polri, instansi pemerintah dan swasta, pemuda, club Possi dan masyarakat secara perseorangan dari seluruh Indonesia. Untuk pertama kalinya seluruh komponen bangsa akan ikut bersama-sama melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan di dalam air. bahkan peserta manca negara yang berjumlah sekitar 22 penyelam ikut bersama-sama menyukseskan perhelatan kelautan ini sebagai partisipan.

Pasukan kurang lebih 2.574 penyelam dibentuk menjadi 40 group, tiap-tiap group terdiri dari 50 penyelam yang dipimpin oleh Komandan Regu dan Wakil Komandan Regu. Para Danru dan Wadanru juga bertugas sebagai team Sar dalam kondisi emergency di group-nya masing-masing, dan sistem buddy untuk personel selam dengan rasio pengawasan adalah satu banding empat.

Bertindak selaku inspektur upacara adalah Wakasal Laksdya TNI Moekhlas Sidik, M.PA dan Komandan Upacara Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E yang sehari-hari menjabat Kadispenal.

Laksdya TNI Moekhlas Sidik, M.PA merupakan salah satu alumni Akademi Angkatan Laut Aangkatan ke-23 tahun 1977 yang meniti karier dengan berbagai penugasan dan jabatan. Selain penugasan di dalam dan luar negeri serta komandan kapal perang berbagai jenis dan tipe, Panglima Armada RI Kawasan Barat dan Timur ini, putra kelahiran Jombang ini juga merupakan prajurit Pasukan Katak dan menjabat Komandan Satuan Pasukan Katak Koarmatim tahun 1997.

Sedangkan Komandan Upacara bawah laut, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E merupakan alumni Akademi Angkatan Laut angkatan ke-25 tahun 1980

Susunan pejabat dan pasukan upacara terdiri dari Perwira Upacara, VIP, Master Seremony, pengibar bendera Merah Putih (tiga penyelam), para partisipan (penyelan manca negara) dan ADC Inspektur Upacara serta pasukan upacara sebanyak 2.574 penyelam.

Ribuan penyelam tersebut telah menyatakan dengan sukarela ikut bergabung sebagai peserta selam massal dalam rangka pemecahan rekor dunia “guinness world record”

Selama ini rekor dunia selam massal secara berturut-turut dipecahkan oleh Australia tahun 2004 dengan 600 penyelam, Thailand tahun 2005 pada Festival Kohtao sebanyak 725 penyelam dan Maladewa tahun 2007 sejumlah 958 penyelam.

Olah raga penyelaman terbagi kedalam dua kategori utama, yakni penyelaman klasik dan modern. kategori pertama tidak membutuhkan peralatan yang banyak, alat-alatnya pun bisa dikatakan sangat klasik dan konvensional. jenis penyelaman ini media pernapasannya sederhana, yakni kompresor. keuntungan penyelaman dengan metode ini dapat menyelam lebih lama selama kompresor penyedia udara berfungsi baik. sedangkan kelemahannya adalah penyelam tidak bisa mengontrol udara yang dihirupnya, apakah itu udara murni atau berbahaya.

Penyelaman kategori kedua, yakni penyelaman modern seperti yang kita saksikan hari ini, selam scuba (shelf compusator underwater breathing apparatus). jenis penyelaman ini memiliki peralatan tergolong kompleks yang kesemuanya bertujuan untuk keamanan dan kenyamanan penyelam. untuk itulah dibutuhkan keahlian dan keterampilan dengan standar possi (persatuan olah raga selam seluruh indonesia) apabila ingin melaksanakan penyelaman dengan scuba.

Scuba diver membawa sendiri semua peralatannya dengan sistem open circuit. peralatan scuba terdiri atas, wight dan belt, masker, snorkel, regulator, bcd (buoyancl compensator devlce, baju selam, fins atau kaki katak dan scuba tangk yang populer dengan aqualung. keuntungan menyelam dengan scuba ini, diver dapat bergerak bebas dalam melaksanakan penyelaman.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut

SUMBER : TNI AL